Pantau Flash
Banjir Bandang Sukabumi: 3 Orang Hanyut, 20 Orang Luka-luka
Sah! Pilkada Serentak 2020 Tetap Digelar 9 Desember 2020
Peringatan Banjir Warga Jakarta! Bendungan Katulampa Bogor Siaga I
30 Hotel di DKI Jakarta Siap Digunakan untuk Isolasi Pasien COVID-19 OTG
Positif COVID-19 di Indonesia Pecah Rekor (Lagi), Tambah 4.176 Kasus

Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke dan Pijat Terungkap, 2 Muncikari Dibekuk

Prostitusi Berkedok Tempat Karaoke dan Pijat Terungkap, 2 Muncikari Dibekuk Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah (Jateng) membongkar dua praktik prostitusi di sebuah tempat karaoke dan griya pijat di Kota Semarang.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Budi Hariyanto, di Semarang, Rabu (20/11/2019), mengatakan masing-masing muncikari di dua tempat tersebut ditangkap atas tindak prostitusi.

Baca juga: Terlibat Pembobolan Bank DKI, 5 Pegawai Lepas Satpol PP Jaktim Dipecat

Ia menjelaskan pengungkapan pertama dilakukan di Karaoke Zeus yang berlokasi di Jalan Sultan Agung Semarang. Polisi mengamankan seorang muncikari berinisial IFH beserta sejumlah barang bukti.

"Modusnya, muncikari ini menyediakan wanita pekerja seksnya, sekaligus kamarnya," katanya lagi.

Penyidik sendiri, kata dia, masih mendalami kasus ini berkaitan dengan kemungkinan keterlibatan manajemen tempat karaoke tersebut. Adapun soal kemungkinan penutupan tempat usaha hiburan itu, lanjut dia, hal tersebut masih tergantung pembuktian perkara itu.

"Kalau memang terbukti, akan kami rekomendasikan ke pemkot untuk ditutup," katanya pula.

Baca juga: Pria Pelempar Sperma di Tasikmalaya Resmi Jadi Tersangka

Satu pengungkapan lain dilakukan polisi di Griya Pijat Emporium yang berlokasi di Jalan MT Haryono Semarang. Polisi menangkap seorang muncikari berinisial DC yang mengoordinasi praktik prostitusi di tempat tersebut.

Sejumlah barang bukti diamankan dalam pengungkapan tersebut, termasuk sejumlah tagihan dari praktik prostitusi tersebut. Kedua pelaku tindak prostitusi itu selanjutnya dijerat dengan pasal 269 dan 506 KUHP.


Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: