Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Prostitusi Online Anak Terkuak, Turut Ditemukan Narkoba dan Sajam

Prostitusi Online Anak Terkuak, Turut Ditemukan Narkoba dan Sajam Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar bersama Satreskrim Polresta Pontianak kembali membongkar praktek prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Pontianak. (Istimewa)

Pantau.com - Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar bersama Satreskrim Polresta Pontianak kembali membongkar praktik prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Pontianak.

"Petugas berhasil mengamankan 20 orang, di mana lima di antaranya merupakan anak di bawah umur," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Kombes (Pol) Luthfie Sulistiawan di Pontianak, Rabu (12/8/2020).

Baca juga: Prostitusi Online ABG Terkuak, Muncikarinya Adalah Seorang Ibu Rumah Tangga

Dia menjelaskan, pihaknya membentuk tim untuk menindaklanjuti pengungkapan kasus prostitusi yang sempat diungkap oleh Polresta Pontianak beberapa pekan lalu, sehingga terungkaplah jaringan prostitusi yang melibatkan anak di bawah umur tersebut.

"Dari pengungkapan sebelumnya yang dilakukan oleh Satreskrim Polresta Pontianak, kami membentuk tim untuk melakukan pemetaan, penyelidikan terhadap praktik prostitusi online di Kota Pontianak," ujarnya.

Lutfhie melanjutkan dalam dua hari tim gabungan bekerja dari tanggal 10 hingga 11 Agustus 2020, sehingga berhasil membongkar praktik prostitusi dengan mengamankan 20 orang, yang terdiri dari 10 wanita (lima di antaranya anak di bawah umur) dan 10 pria. Ia juga menyebutkan dari hasil pengungkapan tersebut, satu orang didapati mengonsumsi narkoba dan satu orang lainnya didapati membawa senjata tajam.

"Dalam kegiatan penyelidikan didapatkan metode atau modus yang digunakan oleh para pelaku, yaitu dengan menggunakan aplikasi online yaitu aplikasi MiChat, di sana mereka menawarkan dan memasang tarif untuk berkencan," ungkap Luthfie.

Dia menambahkan, mereka ini menetap di beberapa penginapan dan hotel di Kota Pontianak, kemudian berkumpul dan melakukan transaksi.

Baca juga: Segini Bayaran yang Didapat Artis FTV Saat 'Disewa' Pengusaha Asal Medan

Dari hasil pemeriksaan petugas, motif yang mendasari para pelaku termasuk anak yang berada di bawah umur melalukan prostitusi ini adalah untuk memenuhi gaya hidup.

"Melihat fenomena ini, Polda Kalbar juga memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya orang tua.

Agar selalu melakukan bimbingan, pendekatan dan pengawasan terhadap anak-anaknya sebagai tindakan pencegahan terjadinya prostitusi anak, baik sebagai korban maupun sebagai pelaku, khususnya dalam beraktivitas dalam media sosial," ujarnya.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: