Pantau Flash
Pelanggan Netflix dan Spotify Akan Dipungut Pajak 10 Persen
Gugus Tugas: Vaksin COVID-19 Buatan RI Diproduksi Pertengahan 2021
COVID-19 per 7 Juli: Ada 1.268 Kasus Baru, Total Positif di RI 66.226
Juni 2020, BI: Cadangan Devisa RI Naik Jadi 131,7 Miliar Dolar
Mentan: Realisasi Anggaran hingga Juli 2020 Capai 44,03 Persen

Puan Maharani: Amendemen UUD 45 Jangan Dihentikan, Cukup Dibatasi

Puan Maharani: Amendemen UUD 45 Jangan Dihentikan, Cukup Dibatasi Puan Maharani (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua DPR RI Puan Maharani berpendapat amendemen UUD 45 secara terbatas jangan dihentikan, melainkan dibatasi saja cakupan materi pembahasannya.

“Kalau dari awal niatnya hanya membahas soal GBHN, ya fraksi-fraksi di MPR harus konsisten, jangan melebar ke mana-mana,” ujar Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Pantau.com, Selasa (3/12/2019).

Baca juga: Soal Usulan 3 Periode, Jokowi: Ada yang Mau Nampar dan Cari Muka Sama Saya

Puan menyatakan hal ini menanggapi reaksi Presiden Joko Widodo yang menyatakan lebih baik tidak ada amendemen UUD 1945 bila ada usulan penambahan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Sejak awal kami juga menyatakan wacana penambahan periode jabatan presiden menjadi tiga periode itu sebuah kemunduran demokrasi. Jadi tertib dan konsisten saja pada niat awal amendemen yaitu membahas soal GBHN," ujar Puan.

Baca juga: Pengamat: Jangan Usulkan Masa Jabatan Presiden Jadi 3 Periode!

Puan yang juga menjabat ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Polkam mengakui bahwa partainya, lewat Fraksi PDI Perjuangan di MPR,  menjadi pelopor usulan amendemen terbatas  UUD 1945. “Kami tegaskan lagi, hanya amendemen terbatas dengan mengusulkan MPR memiliki kewenangan menetapkan haluan negara,” tegasnya.

Menurut Puan, Haluan Negara diperlukan sebagai blue print pembangunan nasional jangka panjang. “Memang sudah ada RPJP. Tapi itu lebih mencerminkan visi misi presiden yang juga bisa berganti, bukan panduan pembangunan nasional hasil musyawarah dan kesepakatan seluruh komponen bangsa,” tegas Puan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: