Pantau Flash
Gawat! Sudah 51 Perkantoran di DKI Jakarta Tutup Akibat COVID-19
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Makanan

Puluhan Warga Sukabumi Keracunan Makanan Salah seorang warga Desa Cisarua, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat yang menjadi korban keracunan makanan saat menjalani perawatan medis di Puskesmas Nagrak. (Foto: Antara/Aditya Rohman)

Pantau.com - Puluhan warga Sukabumi di dua desa, yakni Desa Cisarua dan Desa Nagrak Utara keracunan makanan yang diduga dibagikan saat acara memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW pada Sabtu (14/12.2019) sekitar pukul 07.00 WIB.

"Dari pendataan yang kami lakukan jumlah warga yang mengalami gejala keracunan sebanyak 47 orang mereka merupakan warga Kampung Barujagong RT 04/10, Desa Cisarua dan Kampung Cisarua, Desa Nagrak Utara, Kecamatan Nagrak," kata Kepala Pusat Pengendalian dan Operasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Pusdalops BPBD) Kabupaten Sukabumi Daeng Sutisna di Sukabumi, Minggu (15/12/2019).

Baca juga: Akibat Korsleting Listrik, Tiga Rumah Terbakar di Kebayoran Baru

Informasi yang dihimpun, keracunan massal ini berawal saat masyarakat menghadiri acara Mauludan di lokasi perbatasan antara Desa Cisarua dan Nagrak Utara pada Sabtu (14/12). Warga yang menghadiri acara tersebut pun diberikan paket makanan berisi telur, gudeg nangka, mie dan sambal.

Usai menyantap makanan itu, awalnya warga melakukan aktivitas seperti biasa namun, sekitar pukul 23.00 WIB atau Sabtu tengah malam satu persatu mulai mengalami gejala keracunan seperti pusing, mual, muntah-muntah dan diare.

Ternyata jumlah warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat keracunan makanan ini terus bertambah bahkan, pada Minggu (15/12) jumlah warga yang keracunan mencapai puluhan jiwa.

Seluruh korban pun langsung dilarikan ke Puskesmas Nagrak untuk mendapatkan pertolongan dari medis tapi, karena jumlah pasien yang membludak pukesmas tidak bisa menampung seluruh korban sehingga sebagian terpaksa harus menjalani perawatan seadanya.

"Kami sudah meminta tambahan velbed agar seluruh korban bisa mendapat perawatan medis dengan baik untuk mempercepat pemulihan kesehatannya," tambahnya.

Baca juga: Bandar Narkoba Didor Polisi saat Penggerebekan, Satu Lainnya Berhasil Kabur

Daeng mengatakan hingga saat ini pihaknya masih membantu evakuasi sejumlah warga yang diduga keracunan. Sebagian pun kondisinya sudah mulai membaik dan boleh diizinkan pulang untuk menjalani perawatan jalan.

Langkah penanganan ini pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah di dua desa tersebut, Tagana, Dinas Kesehatan, TNI, Polri dan sejumlah relawan potensi SAR lainnya untuk membantu evakuasi korban.

Pihak Dinkes Kabupaten Sukabumi pun sudah berada di lokasi untuk melakukan assesment, pendataan dan mengambil sampel makanan yang diduga menjadi pemicu terjadinya keracunan massal ini. 

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: