Putra Siregar dan Rico Valentino Terdakwa Kasus Pengeroyokan Nur Alamsyah

Headline
Artis Rico Valentino dan bos gerai handphone terkenal PS StoreArtis Rico Valentino dan bos gerai handphone terkenal PS Store

Pantau – Bos PS Store Putra Siregar dan Rico Valentino ditetapkan sebagai terdakwa melakukan penganiayaan terhadap Muhammad Nur Alamsyah. Pengeroyokan itu terjadi pada Rabu (2/3/2022).

“Terdakwa I Putra Siregar dan terdakwa II Rico Valentino dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan kekerasan terhadap orang atau barang,” kata jaksa penuntut umum saat membacakan surat dakwaan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (23/6/2022).

Diketahui peristiwa itu terjadi pada Rabu (2/3/2022) sekitar pukul 03.00 WIB di Code Cafe Senopatii, Jakarta Selatan.

Mulanya Nur Alamsyah sedang kongko bersama Saputra Aditya, Satya Cendikia Putra, dan Nabila Maharani di meja 4. Kemudian datang Chandrika Sari Jusman menghampiri Nabila.

“Keduanya ngobrol karena saling kenal sambil berpelukan dan menangis terharu karena temannya mau pergi ke luar negeri,” kata jaksa.

Sementara itu, di meja 7 ada Rico Valentino bersama Putra Siregar juga sedang duduk dengan teman-temannya. Kemudian Rico menghampiri meja 4 karena kenal dengan Chandrika Jusman.

“Terdakwa II menghampiri Chandrika dengan menarik tangannya, kemudian Nur Alamsyah terpancing emosi dan menegur Rico karena memaksa dan menarik-narik tangan Chandrika,” ujar jaksa.
“Setelah ditegur, Rico menjadi emosi dan langsung mendorong badan Nur Alamsyah dengan menggunakan tangan lalu memukul bagian dadad dan wajahnya menggunakan kepalan tangan kanan,” tambahnya.

Akibatnya Nur Alamsyah mengalami bengkak di bibirnya. Kemudian ia melakukan visum dan melaporkan kasus ni ke pihak berwajib.

Sehingga Putra Siregar dan Rico Valentino didakwa dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP juncto Pasal 351 (1) jo Pasal 55 (1) ke-1 KUHP dengan bunyi:

Pasal 170 ayat (1)

(1) Barangsiapa yang di muka umum bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang, dihukum penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan

Pasal 351 ayat (1)

(1) Penganiayaan dihukum dengan hukuman penjara selama-lamanya dua tahun delapan bulan atau denda sebanyak-banyaknya Rp 4.500.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda