Pantau Flash
Berbeda dengan Muhammadiyah, PBNU Tetap Ikut POP Kemendikbud
Bukan 29 tapi 31 Perkantoran di DKI Dinyatakan Ditutup Akibat COVID-19
8 Anggota Paskibraka akan Kibarkan Merah Putih di Istana pada HUT RI
Bio Farma Lakukan Uji Klinis Tahap Ketiga Vaksin COVID-19 Hari Ini
Kasus Positif COVID-19 di RI Mencapai 118.753 per 6 Agustus 2020

Ramai Artis Pamer Saldo Rekening, Menkeu: Itu Nggak Bisa Dikenakan Pajak

Headline
Ramai Artis Pamer Saldo Rekening, Menkeu: Itu Nggak Bisa Dikenakan Pajak Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam acara Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa 2020, di Kantor DJP, Jakarta, Kamis (14/11/2019). (Foto: Antara/AstridFaidlatulHabibah)

Pantau.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menegaskan tidak ada pemeriksaan saldo rekening yang jumlahnya di atas Rp1 miliar untuk kepentingan pajak. Pernyataan itu mencermati maraknya artis dan Youtuber yang memamerkan saldo tabungan kepada publik.

"Kami tidak memajaki di atas Rp1 miliar. Bagaimana rekening dipajaki?" katanya di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Indonesia (UI) di Depok, Jawa Barat, Rabu (27/11/2019). 

Menkeu melanjutkan apabila jumlah saldo di rekening merupakan penghasilan yang sudah dikurangi pajak, maka itu juga tidak menjadi masalah. "Jadi kalau memang satu miliar itu adalah hasil penerimaan yang sudah bersih dari pajak, ya tidak apa-apa," katanya.

Baca juga: Ria Ricis Pamer Saldo ATM, Isinya Bikin Melongo

Kementerian Keuangan juga tidak memeriksa rekening masyarakat tapi pemerintah mendapatkan laporan secara reguler khususnya rekening dengan saldo jumbo. Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu meyakini setiap masyarakat memiliki kepatuhan terhadap peraturan itu.

"Kami tidak periksa juga. Kami adalah mendapatkan laporan secara reguler, kan itu sesuai dengan peraturan akses informasi," imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan Suryo Utomo mengatakan DJP sudah memiliki data kepemilikan saldo rekening para wajib pajak (WP) orang pribadi (OP) di atas Rp1 miliar. Data itu, kata dia, diperoleh dari pihak perbankan secara otomatis.

Baca juga: Duh! Penerimaan Pajak Masih Kurang Rp559 Triliun

Suryo menuturkan Ditjen Pajak baru akan mengakses dan membuka data itu jika akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut misalnya ada youtuber yang tidak mau membayar pajak.

"Kita sudah menerima data keuangan secara automatically. Ini sudah dimulai untuk data keuangan berupa saldo rekening per 31 Desember 2017, itu sudah kita minta. Itu kita terima pada April 2018," katanya.

Hal tersebut sesuai ketentuan Automatic Exchange of Information (AEoI) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 39 Nomor 2017 tentang Tata Cara Pertukaran Informasi.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: