Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Rampok dan Aniaya Seorang Guru Demi Sebuah Televisi, ABG 18 Tahun Ditangkap

Headline
Rampok dan Aniaya Seorang Guru Demi Sebuah Televisi, ABG 18 Tahun Ditangkap Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - OS, remaja berusia 18 tahun harus meringkuk di balik jeruji besi akibat ulahnya yang merampok dan menganiaya seorang guru di Sukabumi, Jawa Barat. Polisi menangkap OS di rumah orangtuanya kurang dari 24 jam setelah kejadian.

"Kami menangkap pelaku di rumah orangtuanya di wilayah Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi setelah mendapatkan laporan adanya kasus perampokan disertai kekerasan," kata Kapolsek Parakansalak AKP Slamet Irianto di Sukabumi, Kamis (19/9/2019).

Baca juga: Mabuk dan Ugal-Ugalan, Dua Pria Diciduk Polisi Saat Gelar Razia Sajam

Informasi yang dihimpun, kasus perampokan sadis di rumah seorang guru bernama Jainah (55) di Kampung Kebonjati RT 03/01, Desa Bojonglongok, Kecamatan Parakansalak, terjadi pada Rabu, 18 September 2019, sekitar pukul 17.30 WIB.

OS diduga beraksi seorang diri dengan cara masuk lewat pintu belakang rumah korban saat dalam keadaan kosong, untuk mencuri televisi. Namun, rencana pencurian tersebut buyar setelah korban pulang.

OS yang panik bersembunyi di belakang pintu dan setelah korban masuk, tanpa basa basi OS memukulkan pipa besi berukuran besar ke kepala korban hingga tersungkur ke lantai. Dalam kondisi setengah sadar, ia kembali memukul korban hingga tak sadarkan diri.

Aksi perampokan yang direncanakan tersangka pun gagal dan langsung melarikan diri dengan cara pulang ke rumah orangtuanya. Warga sekitar melihat korban yang dalam keadaan tidak sadar dan tertutup selimut langsung membantu dan melarikannya ke RSUD Sekarwangi Cibadak.

Baca juga: Viral Tiga Oknum Polisi Tembakkan Senjata Api di Lampung

Polisi yang menerima laporan dari warga adanya kasus kriminal langsung bergerak dan kurang dari 24 jam atau pada Kamis, (19/9/2019) sekitar pukul 01.30 WIB, OS diciduk di rumah orangtuanya.

"Dari tersangka kami menyita satu buah buah linggis, sebilah kapak, selimut yang digunakan untuk menutup korban dan satu pipa besi menyerupai lonceng yang digunakan OS memukul kepala korban," tambahnya.

Slamet mengatakan pihaknya saat ini masih mengembangkan kasus perampokan yang menyebabkan korbannya kritis. Sementara korban, masih mendapatkan perawatan tim medis di RSUD Sekarwangi Cibadak karena luka yang cukup parah di bagian kepalanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: