Pantau Flash
Kemendikbud Terbitkan Kepmen 719/P/2020 Tentang Kurikulum Darurat
Dishub DKI Sebut Ganjil Genap Bisa Berlaku Seharian Tanpa Skema Waktu
Pemerintah Izinkan Sekolah Tatap Muka di Zona Kuning dan Hijau COVID-19
Waketum PPP Reni Marlinawati Meninggal Dunia
Kasus Positif COVID-19 per 7 Agustus Melonjak 2.473 dengan Total 121.226

Rapat Paripurna DPR Turut Diwarnai Interupsi Soal Kerusuhan Papua

Rapat Paripurna DPR Turut Diwarnai Interupsi Soal Kerusuhan Papua Rapat Paripurna DPR RI (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Sejumlah Anggota DPR RI dari daerah pilih Papua menyampaikan interupsi terkait permasalahan kerusuhan yang terjadi di Papua dalam Rapat Paripurna DPR RI masa sidang ke I di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Interupsi pertama datang dari Anggota DPR RI Fraksi Demokrat Dapil Papua Barat, Michael Wattimena. Dalam rapat dirinya meminta kepolisian mengusut tuntas kejadian pengepungan kepada mahasiswa asal Papua di Surabaya yang menjadi pemicu kerusuhan di Manokwari, Papua Barat.

Michael menilai mahasiwa sebagai orang yang berintelektual tak pantas mendapatkan persekusi seperti apa yang terjadi di Surabaya dan Malang. Menurutnya mahasiswa juga turut dalam membangun bangsa.

Baca Juga: Video Manokwari Rusuh, Gedung DPRD Papua Barat Dibakar Massa!

"Apa yang terjadi di dalam gedung ini pada era reformasi itu juga akibat daripada kontribhsi mahasiswa. Sehingga kita bisa berada dalam iklim reformasi. Sehingga mahasiswa harus diproteksi bukan dipersekusi atau diusir yang sebagaimana kita lihat dalam dinamika tiga hari akhir-akhir ini," kata Michael dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Untuk itu dirinya mendesak kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian mencari tahu dalang dan motif dari peristiwa di Surabaya dan Malang. Termasuk juga dalang siapa yang memviralkan peristiwa tersebut sehingga menyulut emosi warga Papua.

"Untuk itu melalui forum yang mulia ini supaya diusut dengan tegas kejadian yang terjadi di Surabaya dan Malang dan di Jogja. Sebenarnya ini konten politiknya apa? Apalagi dalam suasana kita baru masuk dalam ulang tahun kemerdekaan kita yang ke-74. Pasti ada sesuatu yang lain di balik ini semua," ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota DPR RI Fraksi Gerindra dapil Papua, Steven Abraham. Ia meminta adanya pengusutan terhadap oknum TNI-Polri yang diduga terlibat dalam melontarkan kata rasis terhadap mahasiswa asal Papua.

Baca Juga: Dari 305 yang Isi Absensi, Hanya 85 Anggota yang Hadir di Paripurna DPR

Kemudian Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang bertugas sebagai pimpinan rapat pun mengaku menerima interupsi tersebut. Ia juga berharap kerusuhan di Papua segera bisa selesai.

"Semoga perkembangan yang terjadi semakin kondusif dan tidak ada ekses-ekses lebih lanjut di tanah Papua menjadi insiden," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta