Bejo Susu Jahe Merah Bejo Susu Jahe Merah
Pantau Flash
Bansos Rp300 Ribu Hanya Dibagikan Sebulan Sekali Mulai Juli untuk Warga DKI
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 60.000 per 3 Juli
Presiden Jokowi Bersyukur Status Indonesia Naik Menengah ke Atas
Harga Vaksin COVID-19 Ditaksir Rp75.000 per Orang
Baleg DPR: RUU HIP Tidak Bisa Langsung Dikeluarkan dari Prolegnas 2020

Ratusan Bangkai Babi di Danau Siombak Buat Nelayan Gigit Jari

Ratusan Bangkai Babi di Danau Siombak Buat Nelayan Gigit Jari Para nelayan di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Medan, Sumatera Utara mengeluhkan penurunan penjualan ikan karena banyak bangkai babi dibuang ke danau. ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Pantau.com - Ratusan bangkai babi yang ditemukan mengambang di Danau Siombak, Kecamatan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara menyebabkan warga enggan membeli ikan hasil tangkapan dari danau tersebut.

Ishak seorang nelayan setempat, mengaku hampir dua pekan penjualannya menurun karena masyarakat enggan membeli ikan yang berasal dari Danau Siombak.

Baca Juga: Gara-gara Banyak Warga Buang Bangkai Babi ke Sungai, Edy Sampai Buat Pergub

"Orang pada nanya ikannya darimana. Kalau mereka tau ikan dari Danau Siombak, pasti orang langsung enggak mau beli," katanya ditemui, Selasa (12/11/2019).

Ia berharap, setelah dilakukan penguburan ratusan bangkai babi yang ada di Danau Siombak, penjualan ikan dapat kembali normal seperti biasanya.

"Semoga aja setelah dikubur ini bisa kayak dulu lagi penjualan kami. Janganlah sampai ada yang buang bangkai babi lagi, enggak dipikirkan orang itu nelayan di sini," ungkapnya.

Selain Ishak, ada juga Rudi. Rudi mengaku pendapatan dari hasil penjualan ikannya turun hampir hampir 50 persen.

"Kalau dulu sebelum ada bangkai babi ini laris kali lah. Pembeli-pembeli ini malah suka kalau ikan dari Danau ini," katanya.

 Baca Juga: Terkuak! Ternyata Hal Ini yang Buat Ribuan Bangkai Babi Ditemukan di Medan

Untuk diketahui, kasus kematian babi akibat virus hog cholera atau kolera babi di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) tercatat sebanyak 5.800 ekor babi yang mati.

Sebanyak 11 Kabupaten/Kota yang terkena wabah virus hog cholera yaitu Dairi, Humbang Hasundutan, Deli Serdang, Medan, Karo, Toba Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan dan Samosir.

Untuk di Danau Siombak, sebanyak 351 ekor bangkai babi yang ditemukan dan telah dikubur massal.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: