Pantau Flash
Dilarikan ke Puskesmas! Puluhan Warga Alami Luka Bakar Akibat Awan Panas Gunung Semeru
Jembatan Penghubung Lumajang-Malang Putus Diterjang Lahar Dingin Gunung Semeru!
Polri Sosialisasikan Pengangkatan 57 Eks Pegawai KPK Pekan Depan
Gunung Semeru Meletus, Gubernur Khofifah Perintahkan Segera Evakuasi Warga
Gunung Semeru Erupsi, Warga Diperingatkan untuk Selamatkan Diri

Ratusan TNI Diturunkan Antisipasi Bentrokan Antarormas di Karawang

Ratusan TNI Diturunkan Antisipasi Bentrokan Antarormas di Karawang TNI Kala Hitam saat apel pasukan untuk mengantisipasi bentrokan susulan di Karawang. (ANTARA/Kodim Karawang)

Pantau.com - Ratusan personel TNI dari Batalyon Infanteri 312/Kala Hitam diturunkan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bentrokan susulan antarormas di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Komandan Korem 063/Sunan Gunung Jati Cirebon Kolonel Inf Elkines Vilando DK, di Karawang, Kamis menyampaikan pihaknya siap membantu jajaran kepolisian melakukan pengamanan di wilayah Karawang dari kelompok premanisme.

Baca juga: Bentrok Ormas di Karawang Sebabkan 3 Orang Kritis, Polisi Bakal Usut Tuntas!

Ia menyampaikan selain melalui Kodim 0604/Karawang, pihaknya menurunkan pasukan TNI Kala Hitam untuk mengantisipasi bentrok ormas susulan.

"Pasukan TNI Kala Hitam yang diturunkan ada 100 personel," katanya.

Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan pascabentrokan ormas di Karawang, pihaknya melakukan penebalan personel.

"Kami mendapat dukungan dari Polda Jabar dan jajaran TNI untuk menjaga Karawang agar tetap kondusif dan memproses tindakan premanisme dan anarkis," katanya.

Ia mengatakan sebagai langkah antisipasi kejadian yang dapat menggganggu aktivitas masyarakat, pihaknya melakukan penambahan pasukan untuk melaksanakan patroli gabungan TNI-Polri.

Patroli gabungan dilakukan dengan menyisir titik-titik rawan dan berpotensi gangguan keamanan pascabentrokan ormas pada Rabu 24 November 2021.

Baca juga: Terkait Bentrok Ormas yang Memakan Satu Korban Jiwa di Joglo, Pemkot Jakbar: Jangan Mengandalkan Kekerasan

Penebalan atau penambahan pasukan ini di antaranya terdiri atas pasukan inti 300 personel dan pasukan cadangan yang siaga di Mapolres 200 personel. Selain itu ditambah personel TNI dengan total pasukan gabungan 700 personel.

Peristiwa bentrokan kelompok masyarakat terjadi pada Rabu (24/11) yang melibatkan LSM NKRI-Ormas GMPI dengan LSM GMBI. Diduga peristiwa itu terjadi akibat rebutan pengelolaan limbah ekonomis di salah satu pabrik yang ada di kawasan industri KIIC.

Akibat peristiwa itu, tiga orang kritis yang kemudian satu di antaranya meninggal dunia di rumah sakit, termasuk satu unit mobil milik anggota LSM GMBI rusak parah. 

Tim Pantau
Editor
Gilang
Penulis
Gilang

Berita Terkait: