Pantau Flash
Menko Luhut: Sudah Ada 30 Investor yang Berminat Garap Proyek Ibu Kota Baru
Kerusuhan Agama di India: 20 Orang Tewas hingga Masjid Dibakar Massa
Polisi Nyatakan Sertifikat Deposito Sunda Empire di Bank Swiss Palsu
OJK Kaji Ulang Produk Investasi di Bank Antisipasi Kasus Semacam Jiwasraya
Maluku Tenggara Barat Diguncang Gempa Magnitudo 6,7

Ridwan Kamil Bertemu Presiden Jokowi di Istana, Bahas Desain Ibu Kota Baru

Headline
Ridwan Kamil Bertemu Presiden Jokowi di Istana, Bahas Desain Ibu Kota Baru Ridwan Kamil (Foto: Antara/Bayu Prasetyo)

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menemui Presiden RI Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Rabu (28/8/2019). Dalam pertemuan itu, eks Wali Kota Bandung itu turut memberi masukan desain tata kawasan ibu kota baru di Kalimantan Timur. 

"Saya berkepentingan sebagai ilmuwan, makanya datang sebagai anak bangsa, bukan sebagai gubernur dalam konteks itu. Ingin agar cita-cita yang luar biasa besar ini berhasil," kata Ridwan ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta.

Baca juga: Ridwan Kamil Nilai Desain Ibu Kota Baru Indonesia Kurang Tepat, Kenapa?

Ridwan telah menemui Presiden Joko Widodo, salah satu pembahasannya adalah memberi masukan atas rancangan tata kota ibu kota yang akan berlokasi di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Pria yang akrab disapa Emil itu mengharapkan desain ibu kota perlu dimatangkan kembali dari sisi humanistis dan luasan lahan. Dia berharap agar tata kota kawasan ibu kota dirancang untuk jangka panjang.

"Saya mengingatkan saja agar kita merencana jauh lebih matang, dan lebih baik. Masukan dari masyarakat juga diterima," tutur Ridwan.

Baca juga: Ridwan Kamil: Pemekaran Provinsi Tidak Relevan

Emil mencontohkan salah satu pemindahan ibu kota yang berhasil yakni oleh Amerika Serikat di Washington DC. Dia menilai daerah itu memiliki tata kota yang baik, dari segi lokasi perkantoran, transportasi hingga urusan kebutuhan kemanusiaan.

"Hidup di kota kan bukan hanya urusan kerja ya, tapi percampuran kegiatan kemanusiaan," jelas Kang Emil.

Sebelumnya pemerintah menyiapkan lahan seluas 180 ribu hektare di Provinsi Kalimantan Timur untuk ibu kota baru. Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil juga menjelaskan pada tahap awal pembangunan ibu kota akan memanfaatkan lahan seluas 3.000 hektare.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: