Pantau Flash
Erick Thohir Ganti Dirut PT Pembangunan Perumahan
Doni Monardo Sebut Akan Ada Standarisasi Harga Tes PCR
Gempa M 7,1 Maluku Utara Akibat Subduksi Lempeng Laut Filipina
Seorang Pemain Tottenham Hotspur Positif Terinfeksi COVID-19
Pemerintah Segera Bayar Dana Kompensasi kepada PLN dan Pertamina

Ridwan Kamil Nilai Desain Ibu Kota Baru Indonesia Kurang Tepat, Kenapa?

Headline
Ridwan Kamil Nilai Desain Ibu Kota Baru Indonesia Kurang Tepat, Kenapa? Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Foto: Dok. Humas Pemprov Jabar)

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil menilai desain ibu kota baru Republik Indonesia di sebagian Kabupaten Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur kurang tepat.

Pria yang akrab disapa Emil yang juga seorang arsitek itu beranggapan, desain ibu kota baru terlalu luas dan ditakutkan akan sepi seperti di ibu kota baru Brazil dan Myanmar.

"Kalau sudah jadi pertimbangan pemerintah pusat yang namanya DPR saya kira kita dukung. Cuma sebagai arsitek saya melihat desain dan asumsi ibu kota baru banyak hal-hal kurang tepat," katanya di Bandung, Senin (26/8/2019).

Baca juga: Jokowi: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Dia menilai luas lahan ibu kota baru Indonesia yang baru terlalu luas padahal luas lahan ibu kota yang baik itu tidak terlalu luas lahannya agar tidak boros infrastruktur.

"Asumsinya lahannya terlalu luas, 200 ribu hektare untuk 1,5 juta penduduk, menurut saya boros lahannya. Contohnya Brazil, itu Brasilia sampai sekarang tanahnya terlalu luas, manusia tidak betah dan lain-lain. Myanmar juga sama sepi," katanya.

Salah satu contoh pemindahan ibu kota yang benar dan tepat dilakukan oleh Amerika Serikat ke Washington DC.

"Yang betul itu Washington DC. Itu ibu kota 700 ribu orang hanya 17 ribu hektare. Jadi kalau 1,5 juta orang tanahnya hanya cukup 35 ribu hektare. Akan dihuni 1 juta hektare tapi lahannya 200 ribu hektare. Itu kebayang borosnya aspal, kabel, infrastruktur hanya untuk mengakomodir penduduk itu," kata dia.

Baca juga: Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Kaya Migas dan Sumber Daya Alam

Sebelumnya Presiden Joko Widodo atau Jokowi menetapkan sebagian Kabupaten Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur sebagai ibu kota negara Republik Indonesia yang baru.

Presiden Jokowi menyampaikan pengumuman tersebut di Istana Negara, Jakarta.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: