Pantau Flash
Dubai Putuskan 'Lockdown' Selama 14 Hari
Madonna Sumbang 1 Juta Dolar untuk Ciptakan Vaksin Korona
Jika Batalkan Kompetisi, Liga Inggris Terancam Denda Rp 15,3 Triliun
Sempat Tersangkut Skandal FIFA, Mantan Presiden Honduras Meninggal Dunia
Jakarta Pagi Cerah Berawan, Waspada Hujan Petir Sore Hingga Malam Hari

Ridwan Kamil: Pemekaran Provinsi Tidak Relevan

Headline
Ridwan Kamil: Pemekaran Provinsi Tidak Relevan Ridwan Kamil (Foto: Antara/M Agung Rajasa)

Pantau.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Emil) menilai wacana pemekaran provinsi seperti usulan pembentukan Provinsi Bogor Raya tidak relevan untuk dilakukan. Namun dirinya lebih menyarankan untuk dilakukan pemekaran desa atau wilayah di tingkat dua yakni tingkat Kabupaten/kota.

Alasan Emil karena bantuan keuangan dari pemerintah pusat diserahkan ke daerah tingkat dua bukan ke provinsi. 

"Makanya enggak relevan kalau pemekaran provinsi mah dan kalau menurut saya yang berpengaruh itu adalah pemekaran tingkat dua (kabupaten/kota) atau desa," ucapnya di Gedung DPRD Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Ridwan Kamil Imbau Warga Papua di Jawa Barat Jaga Kekompakan dan Persatuan

Emil mengatakan pihaknya masih melakukan kajian pemekaran desa di Jawa Barat. Ia menyampaikan rencana pemekaran wilayah harus melihat urgensi-nya. Seperti pelayanan publik yang terlalu lama di perjalanan dan terlalu jauh. 

"Oleh karena itu, saya cenderung pemekaran desa dan pemekaran tingkat dua," katanya.

Menurut Emil, jika dilakukan pemekaran wilayah tingkat dua sebanyak 10 daerah maka jumlah anggaran dari pemerintah pusat ke Provinsi Jabar akan bertambah. "Kalau nambah 10 daerah saja itu maka bantuan keuangan triliunan rupiah akan masuk dari pusat karena berbanding lurusnya dengan jumlah daerahnya," kata Emil.

Baca juga: Ridwan Kamil Setuju Jika Pelaksanaan Pilpres dan Pileg Dipisah

Pemekaran desa dan daerah tingkat dua ini jika dibandingkan dengan wilayah Provinsi Jawa Timur yang berjumlah penduduk 40 juta sedangkan jumlah wilayah pemerintahan sebanyak 38 kabupaten/kota, lanjutnya. Sementara jumlah penduduk di Provinsi Jawa Barat mencapai 50 juta jiwa sedangkan jumlah wilayahnya hanya 27 kabupaten/kota.

Ketika ditanya tentang ideal jumlah desa di Jawa Barat, Gubernur Emil mengatakan pihaknya belum bisa menentukan dan hal itu masih menunggu hasil kajian yang hingga saat ini masih dilakukan.

Akan tetapi, lanjut Emil, saat ini banyak desa yang terlalu luas sehingga pelayanan kepala desanya terlalu jauh. "Itu kasihan kepala desanya karena wilayah desanya terlalu luas," ujar Emil.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Lilis Varwati

Berita Terkait: