Pantau Flash
Indonesia-Korsel Akan Perkuat Kerja Sama Bilateral di Sektor Parekraf
Said Aqil Umumkan Siap Maju Lagi Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Buka-bukaan Menpora, Akui Tak Ikut Campur Keputusan PBSI Mundur dari BWF
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!

Risma Pastikan Tak Pernah Ada Perlakukan Berbeda kepada Orang Papua

Risma Pastikan Tak Pernah Ada Perlakukan Berbeda kepada Orang Papua Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memastikan tidak ada perbedaan perlakukan terhadap mahasiswa asal Papua yang menimba ilmu di Surabaya. Menurutnya pemerintah Kota Surabaya selama ini sangat bersahabat dengan para perantau dari Papua.

"Saya pastikan, saya pastikan, saya pastikan karena di Pemkot pun tidak ada," kata Risma ditemui di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Manokwari Rusuh, Mendagri: Kami Minta Para Pejabat Menahan Diri

Bahkan Risma mengungkapkan, bahwa dirinya baru saja melantik beberapa pejabat yang diisi oleh orang Papua. Jadi menurutnya tidak ada perbedaan perlakukan atau pengusiran terhadap orang-orang Papua yang menetap di Surabaya.

"Jadi ndak ada. Saya selalu rutin setiap pertemuan atau setiap ada acara di Balkot, anak Papua saya ajak menari mereka," ungkapnya.

Risma pun mengaku usai dirinya menghadiri acara pengukuhan sebagai Ketua DPP PDIP di Jakarta ia akan langsung terbang ke Surabaya meninjau lokasi Asrama tempat terjadinya konflik.

"Nanti saya akan datang. Kemarin itu kan 17 Agustus saya penuh (jadwal padat), enggak bisa. Mereka juga masih ada di polisi dan penuh acara saya. Ada purna paskibraka, ada upacara, penuh. Setelah itu saya ke sini. Saya akan datang ke sana," tandasnya.

Baca Juga: Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh

Sebelumnya diberitakan, Sejumlah mahasiswa menggelar aksi protes di Kota Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019), pukul 08.00 WIT. Akibatnya, sejumlah ruas jalan di sana macet total. Aksi protes itu merupakan imbas dari insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Sejumlah ruas jalan di Manokwari, terutama jalan Yos Sudarso yang merupakan jalan utama kota Manokwari diblokade massa yang mengakibatkan aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas lumpuh.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: