Rizal Ramli Sebut Luhut Lakukan Kudeta Konstitusi: Bang Jangan Samain Gue sama Lu!

Headline
Arsip - Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Menteri Keuangan Indonesia (Menko Ekuin) Rizal RamliArsip - Eks Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman serta Menteri Keuangan Indonesia (Menko Ekuin) Rizal Ramli

Pantau.com – Rizal Ramli, Mantan Menko Kemaritiman menyebut Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan melakukan operasi politik berupa kudeta konstitusi agar terjadi penundaan pemilu.

Demi menyukseskan penundaan pemilu, Ramli menyebut Luhut bahkan memanfaatkan pihak bermasalah.

Rizal Ramli menyebutkan hal ini Rabu (27/4) kemarin, dalam acara Adu Perspektif yang ditayangkan detikcom, yang berkolaborasi dengan Total Politik.

Ia membuka pembahasan ini dengan menjelaskan bahwa berbeda dengan kudeta militer yang umumnya terjadi di dunia pada dekade 1970, kudeta konstitusi terjadi pada dekade 1980.

Rizal bercerita bahwa biang kudeta konstitusi yang ia maksud adalah Panda Nababan dan temannya, Luhut Pandjaitan. Rizal mengaku tahu pasti cara kerja Luhut yang selalu mencari orang bermasalah untuk digunakan dalam operasi itu.

“Dia pernah ngomong sama saya, ‘Zal lu itu politiknya hitam-putih, kita itu perlu politik supaya kita, orang bermasalah kita pasangin tali di hidungnya kayak kerbau, supaya bisa diperintahkan kiri kanan’,” kata Rizal Ramli.

Kemudian Rizal bercerita bagaimana Luhut yang ngotot kepada Presiden Jokowi agar Setya Novanto menjabat jadi Ketua Umum Golkar.

“Kalau saya masih dalam (Istana), biasanya Jokowi nanya sama saya, ‘Mas Rizal ini gimana ini?’. Saya bilang, ‘Jangan, Mas, Novanto itu banyak masalah, nanti kita sibuk ngurusin limbahnya saja’,” jelasnya.

Rizal menyebut bahwa Luhut bahkan memintanya melobi Jokowi agar rencananya membuat Setya Novanto menjadi Ketua Umum Golkar berjalan lancar. Namun, Rizal dengan keras menolak.

“Saya bilang, ‘Bang jangan samain gue sama lu’, ‘Kenape?’, ‘Emang lu otaknye kagak bener kok, beda sama kita’,” ucapnya.

Rizal memang teman dekat Luhut, ini lah mengapa ia bisa dengan bebas dan langsung pada intinya ketika berbicara dengannya.

Kemudian, Rizal menyebut tiga nama ketua umum partai politik yang mudah untuk diarahkan dalam operasi politik Luhut ini. Ia menyebutnya sebagai ‘pasien rawat luar dari KPK’.

“Operasi politik itu menggunakan orang-orang bermasalah secara hukum, yaitu pasien rawat luar dari KPK. Namanya Muhaimin Iskandar, Zul (Zulkifli Hasan), namanya Airlangga Hartarto, tiga-tiganya punya masalah hukum. Jadi mereka gampang diarahkan supaya dukung kudeta konstitusi ini,” sebutnya.

Rizal menyebut meski semua orang mengaku, Luhut tetap tak berani mengakui operasi politik yang ia lakukan. Rizal berharap Luhut mau mengakui bahwa ia lah dalang dari wacana penundaan pemilu.

“Harusnya kan gentlemen dong, katanya gagah berani, ya ngakulah memang aku otaknya gitu, malah ngeles,” kata Rizal.
Tim Pantau