Rommy Kembali Ditahan KPK Usai Pembantaran di RS Polri Dicabut

Headline
Mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy  (Foto: Antara/Reno Esnir)Mantan Ketua Umum PPP M Romahurmuziy (Foto: Antara/Reno Esnir)

Pantau.com – Tersangka suap pengisian jabatan di Kementrian Agama Jawa Timur Romahurmuziy (Rommy) telah keluar dari rumah sakit Polri. Rommy dikabarkan telah kembali ke rutan K4 cabang KPK sejak Minggu, 9 Juni 2019.

“Pembantaran RMY dicabut dan kembali ke rutan sore kemarin (9/6) setelah sebelumnya pihak dokter RS Polri menyatakan terhadap RMY tidak dilakukan rawat inap,” kata juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin (10/6/2019).

Baca juga: Mengeluh Sakit, Penahanan Rommy Kembali Dibantarkan di RS Polri

Sebelumnya Rommy menjalani perawatan di RS Polri sejak Jumat, 31 Mei 2019 karena mengeluh sakit. Setelah masa pembantaran dicabut, Febri menjelaskan, mantan Ketum PPP itu kembali menjalani 16 hari sisa masa tahanan.

“KPK melakukan penahanan 16 hari ke depan pasca pencabutan bantar tersebut. Masa penahanan ini masih dalam rentang perpanjangan penahanan 40 hari yang telah dilakukan sebelumnya. Selama masa pembantaran, masa penahanan tidak dihitung,” jelasnya.

Diketahui Rommy berstatus tahanan KPK sejak 16 Maret 2019. Dalam kasusnya, Rommy diduga menerima suap sebanyak Rp 250 juta dari Haris dan Rp 50 juta dari Muafaq untuk mempengaruhi proses seleksi pengisian jabatan Kepala di Kemenag Jatim dan Gresik.

Baca juga: Jaksa Sebut Romahurmuziy Terima Suap dari Kepala Kantor Kemenag Gresik 

Dalam proses seleksi, nama Haris sebenarnya tidak masuk dalam tiga nama calon Kepala Kanwil Kemenag Jatim yang diusulkan ke Menteri Agama. Haris disebut pernah mendapat sanksi disiplin. Kemudian ia menjalin komunikasi dengan Romi dan memberi uang agar anggota DPR itu bisa mempengaruhi hasil seleksi tersebut.

Kemudian pada awal Maret 2019 lalu, Haris telah dilantik. Pada 12 Maret 2019, Muafaq diduga menghubungi Haris dan meminta dipertemukan dengan Romi. Pada 15 Maret 2019 ketiganya bertemu dan Muafaq menyerahkan uang sebanyak Rp 50 juta kepada Romi untuk juga meloloskan dirinya dalam seleksi Kepala Kantor Kemenag Gresik.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta