Pantau Flash
Polres Jayapura Amankan 4 Pucuk Senpi dari Daerah Perbatasan
Seorang Pria di Jerman Positif Terkena Virus Korona
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 774 Ribu per Gram
Melebur ke BPJS Naker, Taspen Akan Ikuti Keputusan Pemerintah
Pengacara Sebut Wahyu Setiawan Tak Ketahui Sumber Uang Suap Kasus PAW

Rumah dan Bengkel Jadi Jaminan Utang, Aulia pun Nekat Habisi Nyawa Suami

Rumah dan Bengkel Jadi Jaminan Utang, Aulia pun Nekat Habisi Nyawa Suami Aulia Kesuma alias Aulia Mei Nei. (Foto: Facebook/Aulia Kesuma)

Pantau.com - Direktur Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Kombes Pol Suyudi Ario Seto menyebut motif Aulia Kesuma membunuh suami dan anak tirinya lantaran terlilit utang dengan dua bank yang mencapai Rp10 miliar. 

Bahkan, belakangan diketahui jaminan utang itu adalah sertifikat rumah dan bengkel milik Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54).

"Utang ini dilakukan oleh saudari AU untuk usaha restoran. Di-top up sampai Rp1 miliar itu gagal dan di-top up lagi sampai Rp10 miliar dengan jaminan dua sertifikat milik suaminya," ucap Suyudi di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (2/9/2019).

Baca juga: Terkuak, Aulia Kesuma Pernah Beberapa Kali Coba Bunuh Suami dan Anak Tiri

Dengan utang yang besar itu, Aulia selalu berusaha membujuk suaminya untuk menjual rumah agar dapat membayar utang. Hanya saja, sambung Suyudi, bujuk rayu pelaku tak pernah berhasil lantaran korban selalu menolak dengan berbagai alasan.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menambahkan lantaran kehabisan cara untuk membujuk korban untuk menjual rumahnya, pelaku pun akhirnya berniat membunuhnya dengan berbagai cara.

"Bagaimana caranya suaminya itu menjual rumahnya. Tapi suaminya tak pernah mau menjual rumahnya," singkat Argo.

Sebelumnya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan M. Adi Pradana alias Dana (23) ditemukan tewas di dalam mobil yang terbakar. Pembakaran itu dilakukan oleh anak istrinya yakni, KV alias GK yang didalangi oleh ibu kandungnya, AK (35).

Dalam melakukan pembunuhan ini, AK menyuruh empat orang untuk menculik kedua korban di rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Baca juga: Keterangan Tak Konsisten, Aulia Kesuma Bakal Dites Kejiwaan

Setelah diculik, kedua korban kemudian dibunuh oleh pembunuh bayaran dan jasadnya disimpan di minibus Toyota Cayla. Kemudian, dua jasad itu diserahkan kepada AK dengan cara bertemu di SPBU Cirendeu, Desa Benda, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi.

Untuk menghilangkan barang bukti, tersangka menyuruh anaknya GK untuk membeli premium dan membawa kedua jasad yang tidak lain adanya suami dan anak tirinya itu ke semak-semak di Kampung Bondol. Setelah itu, premium yang dibelinya disiramkan ke dalam mobil dan ke kedua jasad itu kemudian dibakar.

Kasus ini terungkap pada Minggu, 25 Agustus lalu setelah warga sekitar melihat ada minibus yang terbakar di pinggir jalan menjorok ke semak-semak. Setelah api dipadamkan ternyata di dalam kendaraan roda empat itu ditemukan dua jasad yang kondisinya sudah hangus terbakar dan bersisa hanya tulangnya saja.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK
Category
Nasional

Berita Terkait: