Rumah Jagal Anjing di Surabaya Digerebek, Pemilik: Saya Beli dari Warga Rp100-Rp300 Ribu per Ekor dan Dimasak Rica-rica

Headline
Seorang aktivis pencinta satwa menggendong seekor anjing yang bisa diselamatkan dari rumah jagal anjing usai penggerebakan bersama tim dari Polrestabes Surabaya, Minggu (31/7/2022). ANTARA/HO-Animals Hope Center

PantauPihak kepolisian berhasil menggerebek sebuah rumah yang diduga sebagai tempat menjagal anjing-anjing di Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Terkait hal tersebut, Sio Petrus selaku pemilik rumah jagal itu mengungkapkan anjing-anjing tersebut ia beli dari warga di Gresik dengan harga kisaran ratusan ribu rupiah per ekornya.

“Saya beli dengan harga macam-macam, mulai dari Rp200 ribu sampai Rp300 ribu per ekor,” kata Petrus saat dikonfirmasi pada Selasa (2/8/2022).

Tak hanya itu saja, daging anjing tersebut selanjutnya juga diolah menjadi menu makanan, salah satunya menu rica-rica yang ia jual seharga Rp25 ribu seporsinya.

Ia juga mengatakan bahwa daging-daging tersebut ia jual kepada para pecinta daging anjing yang dijadikan sebagai teman minum miras.

Kendati demikian, lanjut Petrus, ia menegaskan bahwa dirinya tidak membunuh anjing-anjing tersebut secara sadis seperti tuduhan dari pecinta satwa.

“Saya ini nggak pernah mukul anjing hingga pingsan, terus membakar hidup-hidup anjing seperti yang dikatakan pecinta hewan itu,” tegasnuya.

Diberitakan sebelumnya, Aparat kepolisian bersama pecinta satwa dari komunitas “Animals Hope Center” menggerebek rumah jagal anjing di Surabaya. Penggerebekan tersebut dilakukan usai mendapat laporan dari masyarakat.

Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Komisaris Polisi Muhammad Fakih memastikan pemilik rumah jagal tersebut telah mengakui menjual daging anjing untuk konsumsi.

“Kami bersama pencinta satwa telah bawa pemilik rumah ke Kantor Polrestabes Surabaya untuk dimintai keterangan dan dilakukan interogasi lebih lanjut,” ujar Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Surabaya, Kompol Muhammad Fakih, kepada wartawan, di Surabaya, Minggu (31/7/2022).

Kompol Fakih pemilik rumah jagal tersebut telah mengakui menjual daging anjing untuk dikonsumsi.

“Pemilik rumah sampai sekarang masih dimintai keterangan,” katanya.

Menurutnya, proses penyelidikan masih berlangung. Dalam penggerebekan itu, pihaknya menemukan beberapa ekor satwa lain di rumahnya.

Tim Pantau
Editor
M. Abdan Muflih