RUU KIA: Cuti 40 Hari untuk Suami yang Istrinya Melahirkan

Headline
Ilustrasi/PixabayIlustrasi/Pixabay

Pantau.com – Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) akan dibahas lebih lanjut menjadi undang-undang. DPR sudah menyepakati hal itu dan juga menginisiasi cuti 40 hari untuk suami yang istrinya melahirkan di dalamnya.

Dalam keterangan tertulis, hal ini disampaikan oleh Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR Willy Aditya, Selasa (21/6/2022), mengatakan, “DPR RI menyoroti bahwa saat ini kesadaran para ayah semakin tinggi untuk turut serta dalam tugas pengasuhan anak. Maka lewat RUU KIA, kita akan dorong adanya cuti ayah”.

Ketua DPP NasDem itu berpendapat bahwa RUU KIA ini akan melindungi hak suami dalam mendampingi istrinya saat melahirkan atau mengalami keguguran dan selama 40 hari pertama sebagai orangtua baru.

Inisiasi ini tertuang dalam pasal 6 draf RUU KIA. Pasal tersebut menjelaskan bahwa suami berhak mendapatkan cuti pendampingan ibu melahirkan paling lama 40 hari, atau ibu yang mengalami keguguran paling lama 7 hari.

Aturan terkait ini sebelumnya sudah tertuang dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Namun, undang-undang itu menjelaskan bahwa pekerja perempuan berhak memperoleh cuti selama 3 bulan dan pekerja laki-laki yang istrinya melahirkan hanya diperbolehkan cuti selama dua hari.

Oleh sebab itu, menurut Willy, DPR mendorong perusahaan untuk memberikan cuti melahirkan bagi karyawan laki-laki yang istrinya melahirkan demi mengembalikan keutamaan kemanusiaan.

“Saat ini kapitalisme telah menggiring anggota keluarga keluar dari rumah untuk menjadi bahan bakar berjalannya sistem dengan masuk ke pabrik dan industrialisasi,” tegas Willy.

RUU KIA ini dijelaskan Willy tidak bermaksud untuk mengintervensi kehidupan privasi masyarakat, namun sebagai bentuk parlemen dalam menjalankan tugas dan fungsi konstitusional kesejahteraan umum dan kecerdasan bangsa.

Tim Pantau