RUU KIA Cuti Lahiran 6 Bulan Akan Disahkan Inisiatif DPR 30 Juni

Headline
Ilustrasi Cuti Melahirkan

Pantau – DPR RI akan menggelar rapat paripurna membahas pengesahan Rancangan Undang-Undang Kesejahteraan Ibu dan Anak (RUU KIA) sebagai RUU inisiatif DPR pada Kamis (30/6/2022). RUU ini dipastikan akan segera disahkan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani.

“Badan musyawarah (Bamus) DPR sudah sepakat RUU KIA akan disahkan sebagai RUU inisiatif DPR dalam Rapat Paripuna terdekat,” kata Puan dalam keterangan tertulis (24/6/2022).

Dirinya berharap proses pembahasan RUU KIA berjalan lancar. Ia pun berharap RUU KIA menjadi pakem hukum dalam menjamin kesejahteraan ibu dan anak.

Ia pun mengatakan bahwa ini merupakan tugas negara untuk memajukan bangsa melalui kesejahteraan keluarga.

“Sudah jadi kewajiban dan tanggung jawab negara untuk memajukan SDM bangsa melalui kesejahteraan keluarga tiap rakyat,” kata Puan.

Menurutnya, adanya RUU KIA memiliki tujuan agar tumbuh kembang anak berjalan dengan baik. Selain itu, RUU KIA juga akan mendukung upaya pemerintah dalam menangani permasalahan stunting di Indonesia.

“RUU KIA sangat dibutuhkan. Adanya turan dari RUU KIA, panduan-panduan penanganan stunting dan persoalan tumbuh kembang anak bisa semakin jelas,” ujarnya.

Ia juga memastikan DPR bersama pemerintah akan meminta masukan dari seluruh pihak terkait penyusunan RUU KIA. Ia berharap ini dapat mengakomodasi semua pihak.

“DPR bersama Pemerintah akan meminta masukan dari seluruh stakeholder terkait. Kita berharap dapat menemukan solusi terbaik yang dapat mengakomodir semua pihak,” katanya.

“Saya meminta dukungan dari masyarakat sehingga kami dapat menghasilkan produk hukum yang baik untuk rakyat, khususnya pembangunan bangsa,” sambungnya.

Lebih lanjut, RUU KIA menekankan pentingnya penyelenggaraan kesejahteraan ibu dan anak secara terarah, terpadu dan berkelanjutan. Melalui pemenuhan hak dasar orang tua, khususnya ibu.

Selain itu, RUU KIA juga mengusulkan cuti untuk ayah selama 40 hari. Diharapkan suami dapat membantu istrinya merawat anak yang baru lahir.

Tim Pantau
Reporter
Renalya Arinda