Pantau Flash
Menteri Edhy Bertolak ke Australia Bahas Budidaya Lobster
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional
Bayern Munchen Rilis Jersey Khusus Peringati Hari Jadi ke-120
Stadion Klabat Jadi Kandang Persipura di Liga 1 Musim 2020

RUU MD3 Jadi Inisiatif DPR, Gerindra Tak Keberatan Pimpinan MPR Jadi 10

RUU MD3 Jadi Inisiatif DPR, Gerindra Tak Keberatan Pimpinan MPR Jadi 10 Ketua DPP Partai Gerindra Riza Patria (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Seluruh Fraksi di DPR menyetujui usulan Badan Legislasi untuk merevisi UU MPR DPR DPD DPRD (UU MD3) yang salah satu poin revisinya adalah untuk mengubah komposisi kursi pimpinan MPR yang tadinya hanya 5 kursi menjadi 10 kursi pimpinan.

Ketua DPP Partai Gerindra Ahmad Riza Patria mengatakan, partainya termasuk yang setuju dengan kursi pimpinan MPR diubah menjadi 10 kursi. Menurutnya, kursi MPR ini berbeda dengan yang ada di DPR.

Baca Juga: Semua Fraksi Setujui Revisi UU MD3 dan UU KPK Jadi RUU Inisiatif DPR

"Jadi bagi Partai Gerindra terkait penambahan kursi MPR karena MPR ini berbeda dengan DPR. MPR ini adalah majelis permusyawaratan rakyat yang lebih adalah kumpulan daripada orang-orang yang maksud saya mengurusi negara dalam arti membangun kebangsaan keindonesiaan persatuan kesatuan itu ada di MPR," kata Riza di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Hanya saja, Riza dan Gerindra berharap orang-orang yang mengisi kursi MPR baik pimpinan dan juga anggota betul-betul mewakili seluruh elemen masyarakat untuk membahas perihal masalah kebangsaan dan keindonesiaan.

"Jadi memang idealnya MPR fokus pada masalah kebangsaan keindonesiaan persatuan dan  kesatuan bangsa dan juga mengimplementasikan mengamalkan ideologi bangsa kita yaitu pancasila. Itu fokusnya di MPR jadi untuk itu saya kira tidak ada salahnya kalau ada usulan dari banyak partai bahwa di MPR itu perlu ada penambahan pimpinan MPR kami dari Partai Gerindra tidak keberatan," ungkapnya.

Sementara ketika disinggung terkait dengan penambahan anggaran ditakutkan akan membengkak, Riza mengklaim bahwa bertambahnya pimpinan MPR tidak akan mengubah anggaran.

"Kalau anggaran tidak berubah, karena adanya penambahan pimpinan tidak menambah anggaran yang ada, cuma pemindahan penggeseran sedikit saja alokasinya, jadi saya kira tidak ada penambahan anggaran sekalipun ada penambahan pimpinan MPR," tandasnya.

Baca Juga: Soal Revisi UU MD3, Fraksi Golkar: Jalankan Dahulu Regulasi yang Ada!

Di sisi lain menurut Riza sejauh ini nama kuat dari Partai Gerindra yang bakal mengisi jatah kursi pimpinan MPR adalah Sekjen partai yakni Ahmad Muzani.

"Sejauh ini kami dari Fraksi Gerindra memang punya banyak nama yang pantas duduk di pimpinan tapi saya kira Pak Muzani lebih pas dan lebih mantap karena sekarang posisinya sudah di wakil ketua MPR," tutupnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: