Sah! Bambang Soesatyo Duduki Kursi Ketua DPR

Headline
Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)Ketua DPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Pantau.com/Dini Afrianti Efendi)

Pantau.com – Fraksi Partai Golkar akhirnya dengan resmi menyetorkan nama Bambang Soesatyo sebagai ketua DPR RI guna menggantikan Setya Novanto. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.


“Komunikasi dengan tokoh-tokoh Golkar baik dewan pembina, dewan pakar, dan kemarin juga dibahas dalam rapat korbid harian terbatas. Dan memang dari nama-nama yang muncul di publik, kita mampu menduduki Ketua DPR. Dan ditetapkan saudara Bamsoet,” kata Airlangga di Nusantara I lantai 12, kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/1/2018).


Nama ketua komisi III DPR RI itu memang santer diberitakan akan mengisi kekosongan yang ditinggal Setya Novanto. Bahkan hal itu telah pernah disampaikan oleh politisi Golkar, Ahmad Noor Supit.


Bambang adalah seorang pebisnis dan pernah mengecap bagaimana kerasnya dunia jurnalistik dan media massa di tanah air. Pria kelahiran 10 September 1962 itu mencapai puncak karirnya setelah merambah dunia politik.


Kiprahnya di politik dimulai dengan menjadi kader partai Golkar dan terpilih menjadi anggota Komisi III DPR RI pada periode 2009-2014 dan 2014-2019. Ia merupakan salah satu dari 9 orang anggota DPR RI yang membentuk Panitia Khusus Hak Angket Bank Century.


Namun, komitmen anti korupsi Bambang sempat dipertanyakan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) saat mengajak narapidana korupsi menggugat Kementerian Hukum dan HAM terkait kebijakan moratorium pengetatan remisi dengan alasan merampas kemerdekaan para narapidana.


Dirinya juga sempat menjadi sorotan masyarakat terkait laporan harta kekayaan penyelenggara negara yang diterima oleh KPK pada tahun 2011. Total harta Bambang yang dilaporkan ke KPK mencapai Rp24,1 miliar dan 20.095 dollar AS dengan nilai mobil mewah senilai total Rp10,4 milyar.


Meski belum pernah berstatus tersangka, pada penghujung 2017, Bambang dipanggil KPK terkait kasus e-KTP yang merugikan negara sebesar Rp2.3 triliun. Ia akan diperiksa sebagai saksi dari tersangka Anang Sugiana.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta