Pantau Flash
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19
Bamsoet Apresiasi Penetapan Tersangka Kebakaran Gedung Kejagung
Kasus Baru COVID-19 Per 24 Oktober Bertambah 4.070, Total 385.980
Sertifikasi Halal bagi Pelaku UMKM Tidak Dipungut Biaya Alias Gratis
DPD KAI Laporkan Tri Rismaharini kepada Mendagri Tito Karnavian

Satgas COVID-19 Akui Kekurangan Dokter: Kalau Begini Terus Bisa Ambruk

Satgas COVID-19 Akui Kekurangan Dokter: Kalau Begini Terus Bisa Ambruk Ilustrasi dua orang tenaga kesehatan memeriksa mobil ambulans yang akan masuk ke RS Darurat Penanganan COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta. (Foto: Antara/Rivan Awal Lingga)

Pantau.com - Tenaga medis yang menangani pasien COVID-19 secara langsung kini sudah kelelahan karena bekerja terus-menerus karena kasus yang tak kunjung turun. Oleh sebab itu, masyarakat diminta untuk mematuhi protokol kesehatan guna mencegah penyebaran.

Kepala Bidang Koordinator Relawan Medis Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Jossep F William mengungkapkan, relawan tenaga kesehatan yang berada di puskesmas ataupun rumah sakit-rumah sakit darurat mengalami keletihan dan bahkan kehabisan sumber daya manusia kesehatan cadangan.

"Tenaga medis relawan seminggu terakhir ini sangat sibuk, ambulans hampir setiap hari sangat sibuk dan penuh sekali. Ambulans yang mentransfer mereka yang positif di Wisma Atlet, kami berlakukan antrean sehingga tidak bisa langsung jemput," kata Jossep dalam keterangannya melalui telekonferensi di Jakarta, Senin (21/9/2020).

Baca juga: RS Persahabatan Tambah 50 Tempat Tidur untuk Pasien COVID-19

Jossep benar-benar meminta kepada masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 karena bisa mengurangi jumlah kasus positif setiap harinya yang berimplikasi pada waktu istirahat tenaga kesehatan.

"Kita butuh sekali bantuan masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. Kalau kita begini terus kita akan ambruk karena kewalahan sekali, sekarang kita masih tahan tapi kita tidak tahu bisa bertahan sampai kapan," kata dia.

Jossep menyebutkan, pihaknya kembali berkomunikasi pada organisasi profesi baik dokter ataupun perawat agar bisa menambah jumlah SDM yang dikirim untuk penanganan pasien COVID-19.

Baca juga: Tower 5 di RS Darurat Wisma Atlet Sudah Terisi 91 Persen

"Memang saat ini tenaga medis cukup keletihan, tapi kita upayakan untuk tetap semangat karena kelihatannya ini masih panjang, masih terus meningkat dan belum ada tanda-tanda penurunan. Kami bekerja sama dengan organisasi profesi seperti IDI, PPNI dan lainnya untuk menyiapkan tenaga yang dibutuhkan di RS darurat," kata Jossep.

Dia menyebutkan saat ini tenaga kesehatan perawat dan bidan masih cukup tersedia yakni sekitar 2.000 orang. Namun untuk tenaga dokter, Jossep mengatakan mulai kekurangan.

Untuk mengantisipasi kurangnya tenaga medis tersebut, Satgas Penanganan COVID-19 mempertimbangkan untuk merekrut dokter internship dengan tetap didampingi oleh dokter yang sudah berpengalaman.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: