Pantau Flash
Ditetapkan Sebagai Tersangka, Siscae Akui Lakukan Adegan Asusila di Sejumlah Wilayah di Yogyakarta
Ribuan Kader NU Berdoa untuk Sukseskan MotoGP Sirkuit Mandalika 2022
Presiden Jokowi Perintahkan Pengerahan Bantuan Kesehatan dan Logistik untuk Korban Erupsi Semeru
BPBD Lumajang Sebut Ribuan Orang Mengungsi dan Ratusan Orang Luka-Luka Akibat Erupsi Semeru
BMKG Keluarkan Peringatan Potensi Terjadi Banjir Rob di Pesisir Sulawesi Selatan Pada 5-7 Desember 2021

Saut: Ada 7000 Aduan Masyarakat ke KPK, 30 Persen Punya Potensi Korupsi

Headline
Saut: Ada 7000 Aduan Masyarakat ke KPK, 30 Persen Punya Potensi Korupsi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK, Jakarta, Selasa (10/12/2019). (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyebut ada 7.000 surat aduan dari masyarakat yang masuk ke lembaganya dan 30 persennya mempunyai potensi korupsi.

"Ada 7.000 surat yang masuk ke KPK, 30 persen punya potensi korupsi. 30 persen dari 7.000 dibagi 365 hari setahun, KPK harusnya memenjarakan lima orang lebih sehari," ucap Saut saat menyampaikan paparan dalam acara "Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi" di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Soal Sosok Dewan Pengawas KPK, Mahfud MD: Nanti Bakal Ada Kejutan

Selain itu, Saut berbicara mengenai integritas seseorang yang harus terus dirawat untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. "Bangun integritas itu harus hari demi hari. Ibarat matahari, ibarat kita shalat lima waktu, ibarat saya ke gereja tiap minggu dan seterusnya dan ibarat saya baca Alkitab setiap hari, terus jangan berhenti. Itu harus begitu setiap hari, jangan pernah berhenti," ungkapnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya pencegahan korupsi di depan para penyuluh antikorupsi dari berbagai daerah tersebut. Menurut Saut, para penyuluh antikorupsi tersebut bisa bertemu langsung dengan gubernurnya masing-masing untuk berinteraksi mengenai pencegahan korupsi.

"Jadi, bapak-bapak harus punya target seminggu saya harus ketemu gubernur berapa hari, mungkin seminggu sekali. Harus punya target. Jadi, setiap hari terus lah bekerja. Terus lah melakukan interaksi bertemu banyak orang bicara dengan mereka, lakukan interaksi pakai sosial media," tuturnya.

Baca juga: Wakil Ketua KPK: Wacana Hukum Mati Koruptor Cerita Lama

Dengan adanya penyuluh antikorupsi, kata Saut, dapat membantu kerja KPK yang terbatas karena sumber daya manusia.

"Walaupun KPK punya bidang masuk ke semua jenjang pendidikan karena itu perintah undang-undang tetapi bagian lain KPK punya keterbatasan dari sisi "resource"-nya. Kami harus minta tolong siapa? Dengan keterbatasan itu, kemudian masuk ada orang yang sama-sama punya "passion" dengan KPK yang kemudian saya sebut belahan hatinya KPK," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah