Pantau Flash
Jumlah Korban Meninggal Akibat Gempa di Turki Berjumlah 35 Orang
Pasien Positif Virus Corona di Malaysia Bertambah Jadi Empat Orang
Kalah dari Wakil Inggris, Hafiz/Glo Jadi Runner-up Thailand Master 2020
Kanada Identifikasi Kasus Pertama Virus Corona
Persib Bandung Perpanjang Kontrak Omid Nazari Satu Musim

Saut: Ada 7000 Aduan Masyarakat ke KPK, 30 Persen Punya Potensi Korupsi

Headline
Saut: Ada 7000 Aduan Masyarakat ke KPK, 30 Persen Punya Potensi Korupsi Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang di gedung Pusat Edukasi Anti Korupsi KPK, Jakarta, Selasa (10/12/2019). (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menyebut ada 7.000 surat aduan dari masyarakat yang masuk ke lembaganya dan 30 persennya mempunyai potensi korupsi.

"Ada 7.000 surat yang masuk ke KPK, 30 persen punya potensi korupsi. 30 persen dari 7.000 dibagi 365 hari setahun, KPK harusnya memenjarakan lima orang lebih sehari," ucap Saut saat menyampaikan paparan dalam acara "Temu Aksi Nasional Penyuluh Antikorupsi" di gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta, Rabu (11/12/2019).

Baca juga: Soal Sosok Dewan Pengawas KPK, Mahfud MD: Nanti Bakal Ada Kejutan

Selain itu, Saut berbicara mengenai integritas seseorang yang harus terus dirawat untuk mencegah terjadinya tindak pidana korupsi. "Bangun integritas itu harus hari demi hari. Ibarat matahari, ibarat kita shalat lima waktu, ibarat saya ke gereja tiap minggu dan seterusnya dan ibarat saya baca Alkitab setiap hari, terus jangan berhenti. Itu harus begitu setiap hari, jangan pernah berhenti," ungkapnya.

Dirinya juga menekankan pentingnya pencegahan korupsi di depan para penyuluh antikorupsi dari berbagai daerah tersebut. Menurut Saut, para penyuluh antikorupsi tersebut bisa bertemu langsung dengan gubernurnya masing-masing untuk berinteraksi mengenai pencegahan korupsi.

"Jadi, bapak-bapak harus punya target seminggu saya harus ketemu gubernur berapa hari, mungkin seminggu sekali. Harus punya target. Jadi, setiap hari terus lah bekerja. Terus lah melakukan interaksi bertemu banyak orang bicara dengan mereka, lakukan interaksi pakai sosial media," tuturnya.

Baca juga: Wakil Ketua KPK: Wacana Hukum Mati Koruptor Cerita Lama

Dengan adanya penyuluh antikorupsi, kata Saut, dapat membantu kerja KPK yang terbatas karena sumber daya manusia.

"Walaupun KPK punya bidang masuk ke semua jenjang pendidikan karena itu perintah undang-undang tetapi bagian lain KPK punya keterbatasan dari sisi "resource"-nya. Kami harus minta tolong siapa? Dengan keterbatasan itu, kemudian masuk ada orang yang sama-sama punya "passion" dengan KPK yang kemudian saya sebut belahan hatinya KPK," tandasnya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Bagaskara Isdiansyah
Category
Nasional