Sebabkan Anggota Tewas dan 2 Senpi Dirampas KKB, 1 Perwira Diberhentikan Tidak Hormat

Headline
Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri yang berlangsung di Polda Papua, Jayapura, Selasa (2/8/2022) memutuskan PTDH bagi mantan Danki D Brimob Wamena AKP R. ANTARA/HO-Polda Papua

Pantau – Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri terhadapap seorang perwira polisi berinisial R yang merupakan mantan Komandan Kompi (Danki) D Brimob Wamena, Selasa (2/8/2022).

Dalam sidang yang berlangsung di Media Center Mapolda Papua, Jayapura, AKP R dijatuhi hukuman Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH).

Usai memimpin sidang, Kabid Propam Polda Papua, Kombes Pol. Gustav R. Urbinas, menjelaskan bahwa AKP R terbukti melakukan pelanggaran Kode Etik Profesi Polri.

AKP R disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf C dan l serta Pasal 10 ayat (1) huruf a Perpol Nomor 7 Tahun 2022.

Dalam perkara ini, yang bersangkutan terbukti menyalahgunakan kewenangan dalam penggunaan senjata api yang mengakibatkan dua pucuk senpi hilang setelah OTK merampasnya. Bahkan, menyebabkan seorang anggota Brimob Bripda Diego Rumaropen meninggal dunia.

Keputusan PTDH, kata dia, merupakan komitmen Kapolda Papua dalam menegakkan aturan serta perwujudan dari transparansi berkeadilan sehingga dalam sidang ini hadir pula perwakilan keluarga korban Bripda Diego Rumaropen untuk menyaksikan sidang secara langsung.

“Setelah dibacakan putusan PTDH, AKP R berhak mengajukan banding,” kata Kombes Pol. Gustav R. Urbinas .

Diketahui, sidang komisi kode etik ini juga dihadiri oleh keluarga dari mendiang Bripda Diego Rumaropen.

Bripda Diego Rumaropen meninggal dunia pada tanggal 20 Juni lalu saat bersama AKP R yang berburu sapi milik warga di sekitar Napua, Kabupaten Jayawijaya hingga mereka diserang dan dianiaya KKB yang rampas dua senjata api yang dibawanya.

Kedua senpi organik Polri yang kini di tangan KKB pimpinan Egianus Kogoya itu jenis AK101 dan SSG08.

 

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Firdha Rizki Amalia