Pantau Flash
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia
Menag Fachrul Razi Positif COVID-19

Sebagian Pulau Jawa Padam, Begini Reaksi Eks Dirut PLN Sofyan Basir

Sebagian Pulau Jawa Padam, Begini Reaksi Eks Dirut PLN Sofyan Basir Eks Direktur Utama PLN Sofyan Basir saat jumpa pers (Foto: Antara/Aprilio Akbar)

Pantau.com - Mantan Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir berharap PLN dapat segera mengatasi pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Jawa yang terjadi sejak Minggu, 4 Agustus 2019.

"Mari diselesaikan dengan cepat buat kepentingan masyarakat banyak begitu saja ya," kata Sofyan Basir, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Listrik Mati Lebih Dari 8 Jam, Pengusaha: Kerugian Bisa Capai Triliunan

Sebelumnya, menurut Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani, pemadaman listrik terjadi karena gangguan pada sisi transmisi Ungaran dan Pemalang 500 kV. Hal ini mengakibatkan transfer energi dari timur ke barat mengalami kegagalan.

"Nampaknya iya (pemadaman ini terparah), dari perjalanan ya, memang kadang-kadang kalau bicara energi ya seperti itu, kadang-kadang karena memang kita tidak tahu yah, penyebabnya apa, saya sendiri juga bukan ahlinya tapi katanya sedang dicari, mudah-mudahan bisa selesai dalam waktu singkat," ujar Sofyan.

Namun Sofyan menolak untuk memberikan saran mengenai apa yang harus dilakukan Direksi PLN dan jajaran untuk mengatasi pemadaman listrik tersebut.

"Waduh enggak tahu, masa diajarin dirutnya, jangan-jangan, he he," ujar Sofyan.

Baca juga: Hakim Kabulkan Permintaan JPU Tolak Eksepsi Sofyan Basir

Sofyan mengaku selama di rumah tahanan KPK, ia tidak merasakan pemadaman listrik karena rutan menggunakan genset. Sofyan juga menilai tidak diperlukan swastanisasi listrik sehingga PLN tidak menguasai pasar listrik di Indonesia.

"Tidak lah (swastanisasi listrik) karena untuk kepentingan kalian, kalau swasta kan orientasinya profit yah, kalau PLN kan tidak, malah sebagian kan disubsidi. Pelayanan PLN bisa lebih baik kalau harga tarif kalian naik juga pasti lebih baik,... he he," kata Sofyan.

Sofyan Basir didakwa memfasilitasi pertemuan antara anggota Komisi VII DPR dari Partai Golkar Eni Maulani Saragih, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, dan pemilik saham Blackgold Natural Resources Limited (BNR Ltd) Johannes Budisutrisno Kotjo untuk mempercepat kesepakatan proyek Independent Power Producer (IPP) PLTU Mulut Tambang RIAU-1 dengan imbalan Rp4,75 miliar untuk Eni dan Idrus.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: