Pantau Flash
Masjid Istiqlal Tak Akan Gelar Salat Idul Adha
Pemerintah Berikan Sanksi jika Ada Tarif Rapid Test di Atas Rp150 Ribu
Rekor Harian Baru! Bertambah 2.657, Positif COVID-19 Tembus 70 Ribu
BKPM Pastikan Juli 2020 Sudah Ada Relokasi Pabrik
Erick Thohir Prediksi Ekonomi Pulih 100 persen di Tahun 2022

Sebelum Rakernas, PDIP Pastikan Calon untuk Pilkada 2020 Sudah Final

Sebelum Rakernas, PDIP Pastikan Calon untuk Pilkada 2020 Sudah Final Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mengatakan, partainya terus melakukan pemetaan politik demi mengusung orang-orang terbaik untuk maju di Pilkada 2020, termasuk untuk Solo. 

Hasto mengungkapkan, sebelum Rapat Kerja Nasional yang diadakan pada Januari 2020, pemetaan politik tersebut akan rampung semua. Termasuk soal Solo. 

Baca Juga: Wacana Gibran Maju Pilwalkot Solo, PDIP Jateng: Belum Ada Komunikasi

"Sebelum Rapat Kerja Nasional yang akan dilaksanakan bertepatan dengan hari ulang tahun PDI Perjuangan tanggal 10 Januari 2020, kami sudah memfinalkan terhadap seluruh pemetaan politik strategis, termasuk Kota Solo," kata Hasto di Solo, Jawa Tengah, Jumat (8/11/2019).

Ia menuturkan, saat ini, khususnya untuk Pilkada Solo, pihak DPP terus melakukan pemetaan politik. Sekaligus melihat dan memantau survei. 

"Saat ini kami melakukan pemetaan politik. Dimana dari mereka yang telah mendaftarkan proses dari bawah, DPP kemudian juga melakukan pemetaan politik atas dasar survei yang kami lakukan. Dari situlah, kombinasi antara proses penjaringan internal dengan proses pemetaan PDIP akan diambil setelah keputusan siapa wali kota yang terbaik yang akan diusung PDI Perjuangan," tuturnya. 

Dirinya tak menampik, hadirnya putra Presiden Joko Widodo atau Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, mengubah konstelasi politik di Solo. 

"Dengan munculnya nama Mas Gibran, tentu saja ini mengubah konstelasi politik yang ada di kota Solo. Dan ini bagian dari pemetaan politik PDI Perjuangan," ungkap Hasto.

Baca Juga: Pengamat: Kalau Gibran Maju Pilkada Solo dari DPP, Bisa Timbulkan Konflik

Ia menyebut, Solo menjadi kota strategis. Pasalnya, disilah lahirnya seorang sosok Jokowi, yang muncul dari bawah. 

"Dari kota Solo inilah, sejarah mencatat kepemimpinan Presiden Jokowi muncul dari bawah. Dari wali kota menjadi Gubernur hingga menjadi Presiden. Artinya jalan demokrasi dari bawah, demokrasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, itu diperoleh dari kota Solo ini. Ini kemudian bagi PDI Perjuangan menjadi sebuah model di dalam meningkatkan demokrasi dan proses kaderisasi kepemimpinan. Dari daerah ke nasional," tukasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: