Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

Sempat Jadi Polemik karena Difabel, Dokter Gigi Romi Akhirnya Jadi CPNS

Headline
Sempat Jadi Polemik karena Difabel, Dokter Gigi Romi Akhirnya Jadi CPNS Drg Romi (Foto: Antara/Aditya Pradana Putra)

Pantau.com - Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit memastikan drg. Romi Sofa Ismael mendapatkan haknya diterima sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Pemerintah Kabupaten Solok Selatan pada 2019.

"SK penerimaan CPNS itu diubah oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB) pada 2 Agustus 2019. Formasi dokter gigi yang awalnya diterima satu, diubah menjadi dua orang," katanya dihubungi dari Padang, Senin (5/8/2019).

Baca juga: Menteri Hanif Klaim 30 Perusahaan Tawarkan Kerja untuk Disabilitas

Sebelumnya dalam SK KemenPAN RB Nomor 224 tahun 2018 tentang Penetapan Kebutuhan CPNS Kabupaten Solok Selatan hanya diterima satu dokter gigi, namun setelah diubah diterima dua orang, namun secara jumlah penerimaan tetap 211 orang.

Hal tersebut karena ada formasi CPNS Di Solok Selatan yang kosong karena tidak ada yang memenuhi syarat kelulusan sehingga tidak perlu ada penambahan jumlah penerimaan di daerah itu.

Selanjutnya, drg. Romi akan bertugas di RSUD Solok Selatan dan diminta untuk segera berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) setempat.

Nasrul menyebut Pemkab Solok Selatan cukup kooperatif dalam penyelesaian persoalan yang cukup menyita perhatian tersebut.

Baca juga: Catat! Pemprov DKI Janji Tidak Akan Bedakan Bonus Atlet Difabel

Bahkan perubahan SK MenPAN RB itu juga berdasarkan Surat Bupati Solok Selatan Nomor 800/135/VII/BKPSPM tanggal 31 Juli 2019 serta hasil Panselnas 31 Juli 2019.

Ia menyebut penyelesaian persoalan itu sudah sesuai dengan aturan yang berlaku bahkan menjadi salah satu aspek yang akan digunakan untuk penyempurnaan proses penerimaan CPNS ke depan.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mem-bully atau merisak dokter gigi yang sebelumnya melaporkan drg Romi sehingga status kelulusannya dibatalkan.

Kasus ini sempat jadi perhatian publik setelah Pemkab Solok Selatan menganulir kelulusan drg Romi sebagai CPNS. Padahal Romi dinyatakan lulus dengan nilai terbaik.

Namun kelulusannya dibatalkan setelah Pemda Solok Selatan mengetahui Romi merupakan penyandang disabilitas. Sontak hal itu pun memantik reaksi di masyarakat.


Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta