Pantau Flash
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia
Pasar Cempaka Putih Kebakaran, Damkar Sempat Alami Kesulitan Air

Sempat 'Mati Suri', Satgas Antimafia Bola Kembali Dihidupkan

Sempat 'Mati Suri', Satgas Antimafia Bola Kembali Dihidupkan

Pantau.com - Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola kembali diaktifkan setelah sebelumnya berhasil menguak borok sepak bola nasional, dengan meringkus belasan orang terkait kasus pengaturan skor.

Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan satgas antimafia bola jilid II ini resmi diaktifkan kembali pada 6 Agustus 2019 dan akan bekerja selama empat bulan kedepan.

"Satgas Antimafia bola jilid ll, ini akan mulai berjalan sejak kemarin tanggal 6 Agustus 2019. Satgas ini masih dipimpin oleh Pak Brigjen Hendro Pandowo," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/8/2019).

Baca juga: Jaksa Agung: Vonis Jokdri Sudah Separuh Tuntunan Jaksa

Nantinya, lanjut Dedi, satgas antimafia bola tak hanya akan memberantas kecurangan yang terjadi di persepakbolaan Indonesia. Sebab, beberapa kasus yang belum terselesaikan sebelumnya juga akan kembali diusut untuk dituntaskan.

"Lalu masih ada beberapa perkara yang kasus belum selesai, yaitu kasusnya Vigit Waluyo dan Hidayat, ternyata masih harus disempurnakan lagi," tegas Dedi.

"Satgas ini tidak hanya fokus di tingkat pusat, tapi dibagi menjadi 13 wilayah, sesuai dengan wilayah dimana liga itu digelar," sambung Dedi.

Baca juga: Tangan Terikat dan Berbaju Tahanan, Joko Driyono Digiring ke Kejaksaan

Untuk diketahui, dalam periode pertama, satgas antimafia bola berhasil meringkus 16 orang yang terlibat dalam pengaturan skor di berbagai liga pertandingan.

Salah satu yang terseret adalah mantan Ketua Umum PSSI Joko Driyono, yang dipenjarakan karena menyuruh orang untuk merusak barang bukti.

Namun, Joko Driyono hanya dijatuhi vonis 1,5 tahun penjara lantaran terbukti menggerakkan orang untuk merusak barang bukti dalam perkara pengaturan skor Liga Indonesia.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: