Sempat Rebutan Pistol, Begini Kronologi Penembakan Versi Rekan Dekat Fernando

Kader Gerindra Fernando Wowor saat bersama Prabowo (foto / facebook fernando wowor)Kader Gerindra Fernando Wowor saat bersama Prabowo (foto / facebook fernando wowor)

Pantau.com – Rio Endika Putra Pradana salah satu rekan Fernando menjelaskan secara detail bagaimana kronologi saat peristiwa penembakan terjadi.


Saat itu pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 Wib, ia bersama Fernando dan Arif ingin makan di Dunkin Donuts . Namun parkiran di samping Dunkin terlihat penuh, sehingga diarahkan oleh tukang parkir Lips untuk parkir di depan ruko lain.


“Saat mobil belok, baru kepalanya masuk, mobil dihadang oleh satu orang laki-laki muda berkendaraan motor gede merek BMW warna abu-abu. Dia mainkan gas motornya seakan sedang acara konvoi. Setelah itu, dia teriak-teriak sambil ngomong, “Motor ini harganya sama dengan mobil itu. Kamu yang mundur atau aku yang mundur?”. Kata Rio, Sabtu, 20 Januari 2018.


Lalu, Arif turun dari mobil untuk memberikan pengertian dan menyarankan oknum brimob tersebut untuk parkir di sebelah mobil. Akan tetapi tiba-tiba orang itu malah naik pitam dan teriak marah-marah sambil mencabut pistol, bahkan mengokang senjata yang moncongnya diarahkan ke kaca depan mobil yang ditumpangi Rio, Arif dan Fernando.


“Saya pun turun, karena kondisi yang tidak kondusif saya berusaha mendinginkan dan melerai, tapi bukannya makin dingin, malah semakin menjadi. Kemudian, pistol itu diarahkan ke kepala Arif, saya pegang tangannya saya berusaha kasih pengertian lagi, sambil mengatakan, Jangan gitu mas.” Jelas Rio


Baca Juga: Dibantah sebagai Pengawal Prabowo, Fernando Wowor Justru Sering Posting Foto ini


Situasi semakin menegangkan ketika Rio melihat pelaku menggetok-getokan pistol ke kepala Arif. Namun ketika pandangan pelaku sempat beralih ke Fernando yang keluar dari mobil, Rio langsung merebut senjata tersebut.


“Di situlah kesempatan saya untuk self defend, berusaha mengamankan pistol dengan bantuan almarhum yang memiting leher pelaku, sampai jatuh dari motor gedenya,” kata Rio


Suasana  semakin kacau sampai akhirnya warga sekitar ikut mengamankan pelaku yang membawa pistol tersebut.


“Di saat saya fokus dengan pelaku, ada orang tarik muka saya dari belakang sekaligus mencakar pipi saya. Akhirnya lepas lah saya dari usaha merebut pistol tadi dengan spontan saya balik badan”


“Tiba-tiba “DOR” kawan saya Fernando Wowor tumbang. Saya kaget, lalu saya tangkap lagi pistol si pelaku dengan agak memaksa ibu jarinya tekan tombol pelepas magazine. Jatuhlah magazine ke tanah, ” ungkapnya


Rio mengaku kaget ketika mengetahui magazine tersebut asli, Ia pun panik dan teriak minta pertolongan untuk membawa Fernando ke RS Vania. Namun naas nyawa Fernando Wowor tak tertolong dan meninggal dunia.


Tim Pantau
Editor
Dera Endah Nirani