Pantau Flash
FBI Turun Tangan Selidiki Ledakan Beirut
Anggaran Kemenkes dalam RAPBN 2021 Naik Jadi Rp84,3 Triliun
32 Kawasan Khusus Pesepeda di Jakarta Ditiadakan Mulai 16 Agustus 2020
Bio Farma Soal Vaksin Rusia: Tidak Mengikuti Kaidah Ilmiah untuk Registrasi
Sebanyak 38 Orang di DPRD Jawa Barat Terinfeksi COVID-19

Seorang ASN dan Mahasiswa Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba

Seorang ASN dan Mahasiswa Ditangkap Polisi karena Kasus Narkoba Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan di Mapolres Nias, Senin, saat memaparkan soal penangkapan terhadap oknum ASN dan mahasiswa pemilik narkotika (ANTARA/Irwanto)

Pantau.com - Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) berinisial ZPZ yang bertugas di Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara diringkus polisi karena miliki narkotika jenis sabu-sabu.

"Oknum ASN ditangkap anggota Satres Narkoba Polres Nias pada Sabtu lalu sekitar pukul 22.00 WIB," ujar Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan di Mapolres Nias, Senin (13/1/2020).

Baca juga: Bareskrim Ciduk 5 Kurir Narkoba Jaringan Malaysia dan Sita 24 Ribu Kg Sabu

Dari tangan ZPZ, polisi menyita barang bukti narkotika jenis sabu-sabu seberat 0,15 gram, dan kotak rokok tempat penyimpanan sabu-sabu dalam dashboard sepeda motor.

"Setelah diinterogasi, ZPZ mengaku bertugas di Dinas Pariwisata dan berasal dari Dusun II, Desa Tumori, Kecamatan Gunungsitoli Barat, Kota Gunungsitoli," jelasnya.

Sedangkan oknum mahasiswa Tez, Kapolres Nias mengatakan, ditangkap saat sedang menggunakan narkotika jenis sabu-sabu di salah satu hotel yang ada di Gunungsitoli, Minggu 12 Januari 2020 sekitar pukul 00.45 WIB dinihari.

Saat ditangkap, polisi tidak menemukan barang bukti narkotika dari tangan Tez karena habis dipakai, tetapi polisi menggelandang Tez ke kediamannya yang ada di Desa Sifalaete Tabaloho, Kecamatan Gunungsitoli.

Saat kamar Tez digeledah, polisi menemukan narkotika jenis sabu-sabu disembunyikan dalam sepatu milik Tez seberat 0,69 gram.

Baca juga: Asyik Pesta Sabu, Lima Pria Ini Dicokok Polisi

Selain itu polisi juga menemukan mancis bekas digunakan dan botol air mineral sebagai alat untuk mengkonsumsi narkotika jenis sabu-sabu di kamar Tez saat penggeledahan.

Ia mengatakan kedua tersangka dijerat dengan pasal 112 ayat 1, subsider pasal 127 undang undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: