Pantau Flash
Pesan Penuh Haru Pangeran William-Midleton di Tengah Pandemi Korona
Ibu Kota Rusia Moskow Nyatakan Lockdown Hadapi Pandemi COVID-19
Alex Marquez Juara Balapan Virtual MotoGP Seri Pertama
Polda Metro Jaya Pastikan Tak Ada Penutupan Jalan di DKI Jakarta
Musisi Country 90-an, Joe Diffie Meninggal Dunia Akibat Korona

Seorang Napi Jadi Tersangka Pembakaran Lapas Sorong

Seorang Napi Jadi Tersangka Pembakaran Lapas Sorong Garis polisi (Foto: Pantau.com/Adryan Novandia)

Pantau.com - Seorang narapidana ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kebakaran yang terjadi di Lembaga Pemasyarakatan Sorong, Papua Barat, pada 19 Agustus 2019 lalu.

Direktur Kriminal Umum Polda Papua Barat Kombes Pol Robert Dakosta di Manokwari, Rabu, menjelaskan, terkait kericuhan yang terjadi di Sorong pada Senin dan Selasa, 19-20 Agustus kemarin, polisi menerima sebanyak 10 laporan, satu di antaranya terkait pembakaran kantor administrasi Lapas kelas IIB Sorong.

"Khusus untuk Lapas Sorong kami masih terus melakukan pendalaman. Saat ini sudah ada satu orang berinisial KW yang kami tetapkan sebagai tersangka, dia seorang napi," kata Robert.

Baca juga: Jasad Pria Penuh Luka Tusuk di Semak-semak Gegerkan Warga Limo Depok

Dia menjelaskan, Polda Papua Barat bersama sejumlah Polres sedang melakukan pengungkapan kasus perusakan, pembakaran serta penjarahan yang terjadi selama kerusuhan berlangsung.

Dari seluruh daerah yang terjadi aksi menyikapi insiden di asrama mahasiswa Papua di Surabaya, tiga daerah yakni Manokwari, Sorong dan Fakfak mengalami dampak kerusakan paling parah.

Selain Sorong polisi juga telah menerima laporan atas kejadian di Manokwari dan Fakfak. Di Manokwari, Polisi menerima sebanyak 12 laporan dan telah menetapkan tersangka.

Baca juga: Ini Fakta-Fakta Mengejutkan Aulia Kesuma, Pembunuh Suami-Anak di Sukabumi

Sedangkan di Fakfak, kata dia, polisi menerima empat laporan atas kerusuhan yang terjadi pada 21 Agustus 2019. Seluruhnya masih dalam proses penyelidikan dan pengumpulan alat bukti.

"Untuk daerah lain selain Manokwari, Fakfak dan Sorong hanya ada aksi damai. Relatif aman dan tidak ada aksi perusakan dan pembakaran fasilitas umum," ujarnya menambahkan.

Ia mengutarakan, dalam menangani kerusuhan tersebut Polda Papua Barat dibantu tim dari Mabes Polri, termasuk dalam mengungkap kasus pembakaran Lapas Sorong.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: