Pantau Flash
Unjuk Rasa di AS Ricuh, 2 Warga Sipil Tewas, Toko Dijarah
Catat Rekor Kasus Baru Korona, Brazil Kawasan Terparah COVID-19
Gitaris Band Legendaris 'KISS', Bob Kulick Meninggal Dunia
Klub Sepakbola La Liga Spanyol Latihan Penuh Mulai 1 Juni 2020
Denda Akibat Pelanggaran PSBB di DKI Jakarta Sentuh Rp600 Juta

Seorang TKI di Arab Saudi Akhirnya Ditemukan Setelah 31 Tahun Menghilang

Seorang TKI di Arab Saudi Akhirnya Ditemukan Setelah 31 Tahun Menghilang Keluarga menunjukkan foto TKI Carmi yang sudah ditemukan setelah 31 tahun hilang kontak di Arab Saudi. (Foto: Antara/Khaerul Izan)

Pantau.com - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Cirebon, bernama Carmi yang bekerja di Arab Saudi, sempat hilang kontak selama 31 tahun dengan keluarganya. Kini, Carmi sudah ditemukan dalam keadaan sehat dan berada di KBRI Riyadh.

"Alhamdulillah sudah ditemukan, kami mendapat kabar ini dari KBRI Riyadh pada Rabu (28/8)," kata Ilyas (85) yang merupakan ayah kandung Carmi di Cirebon, Kamis (5/9/2019).

Ilyas mengaku sangat senang mendengar kabar ditemukannya Carmi dengan kondisi selamat, meskipun saat pertama kali melihat melalui video call, Carmi tidak mengenali wajah ayahnya itu.

Baca juga: Kepala Intelijen Australia: Intervensi Asing Lebih Bahaya dari Teroris

Hal tersebut kata Ilyas, karena dirinya memang sudah berusia tua, sebab saat Carmi berangkat ke Arab Saudi untuk merantau, dia masih kecil.

"Waktu video call itu, Carmi sempat ditanya bener gak kalau ini bapaknya, tapi dia hanya geleng kepala. Carmi hanya mengingat nama saya," tuturnya.

Saat berkomunikasi, kata Ilyas, Carmi hanya bisa menggunakan Bahasa Arab. Dia juga kesulitan menggunakan Bahasa Indonesia maupun bahasa daerah Cirebon.

Ilyas mengaku belum mengetahui secara persis kapan Carmi dipulangkan ke Indonesia, karena saat ini dia berada di KBRI Riyadh untuk menyelesaikan administrasi dan pemulihan ingatannya.

"Masih di sana (Arab Saudi) lagi mengurus administrasi dan juga gaji yang selama ini tidak dibayarkan," katanya.

Baca juga: Menhan Sebut Ada Pengaruh ISIS di Kerusuhan Papua

Ilyas mengatakan anaknya berangkat ke Arab Saudi pada tahun 1988, melalui seorang sponsor yang ada di desanya dan diberangkatkan oleh PT Umah Sejati Alwidah Jaya Sentosa.

"Sponsornya sudah meninggal dan PT Umah Sejati yang memberangkatnya sudah tutup lama," kata Ilyas.

Ilyas menuturkan Carmi berangkat ke Arab Saudi setelah lulus dari sekolah dasar (SD) pada tahun 1987. Dan satu tahun kemudian Carmi memberanikan berangkat ke Arab untuk menjadi TKW di sana.

Pada saat berangkat lanjut Ilyas, Carmi juga belum memiliki KTP, karena memang usianya yang masih sangat belia.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: