Pantau Flash
Ojek Online Demo Tolak Revisi UU 22 Tahun 2009
Ratusan Driver Ojol Geruduk Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto-Slipi Ditutup
Bank Indonesia: Uang Beredar di Januari 2020 Meningkat 7,1 Persen
Ada 200 Agen Umrah yang 'Menjerit' Akibat Kebijakan Arab Saudi
Virus Korona Telah Sampai Afrika, Nigeria Konfirmasi Korban Pertama

Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Giliran 'Sunda Empire' Mendadak Viral

Headline
Setelah Keraton Agung Sejagat, Kini Giliran 'Sunda Empire' Mendadak Viral Keberadaan Sunda Empire. (Foto: ANTARA/Tangkapan Layar Video/Dokumentasi Pribadi)

Pantau.com - Masyarakat wilayah Bandung sejak Kamis 16 Januari malam diramaikan kehadiran komunitas "Sunda Empire" yang disebut mirip dengan "Keraton Agung Sejagat" di Purworejo, Jawa Tengah.

Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Kesbangpol Bandung, Sony. menyebut "organisasi" itu ilegal karena tidak terdaftar. Namun, kata dia, hal itu sudah ditangani oleh Kodam III/Siliwangi sejak 2018.

"Dia bukan masuk ormas, dia tidak terdaftar sebagai ormas, makanya kita lagi telusuri, hampir sama kaya yang di Jawa Tengah," kata Sony, di Bandung, Jumat (17/1/2020).

Baca juga: Yenny Wahid Sebut Munculnya Keraton Agung Sejagat Sebagai Fenomena Halu

Unggahan video tentang "Sunda Empire" sempat beredar di salah satu kanal YouTube yang diunggah oleh akun bernama Alliance Press International. Selain itu, sejumlah konten mengenai "Sunda Empire" itu menyebar ke masyarakat melalui media sosial.

Salah satu video yang tersebar, berisi tentang sejumlah orang yang mengenakan atribut seperti militer lengkap dengan topi baret. Salah satu dari mereka ada yang berorasi tentang masa pemerintahan negara-negara yang akan berakhir pada 2020.

Keberadaan "Sunda Empire" itu dinilai sama seperti "Keraton Agung Sejagat". Karena mereka menggunakan seragam-seragam serupa seragam militer lengkap dengan atributnya, yang tidak jelas asal-usulnya.

Baca juga: Polisi Gelar Olah TKP di Lokasi Keraton Agung Sejagat

Sementara itu, Kepala Kesbangpol Bandung, Ferdi Ligaswara, mengaku akan menelusuri keberadaan "Sunda Empire" tersebut. Sebagai negara hukum, kata dia, semua orang harus mematuhi aturan yang ada.

"Kami akan telusuri dulu, intinya negara kita negara hukum. Jangan berbenturan dengan aturan," kata dia. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: