Pantau Flash
Indonesia-Korsel Akan Perkuat Kerja Sama Bilateral di Sektor Parekraf
Said Aqil Umumkan Siap Maju Lagi Jadi Calon Ketua Umum PBNU
Buka-bukaan Menpora, Akui Tak Ikut Campur Keputusan PBSI Mundur dari BWF
Ribuan Buruh Terobos Barikade, Polisi: Aksi Boleh Panas tapi Kepala Harus Dingin
Kala Jokowi Beli Jaket Boomber Motif Tenun Dayak Sintang, Langsung Dipakai!

Sidang Sengketa Tanah di Bekasi, Tergugat Nilai Gugatan Tidak Jelas

Sidang Sengketa Tanah di Bekasi, Tergugat Nilai Gugatan Tidak Jelas Suasana Sidang Sengketa Tanah di Bekasi (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Sidang lanjutan perkara sengketa tanah yang berlokasi  di kawasan Jalan Kampung Bulak, Kelurahan Jatiasih, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi kembali digelar. Namun, kali ini persidangan itu dilakukan di lokasi tanah yang disengketakan, pada Jumat (30/8/2019).

Dalam persidangan yang beragendakan Pemeriksaan Setempat atau Sidang Lokasi itu, majelis hakim menghadirkan Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pusat Kesenian Jakarta Taman Ismail Marzuki (Yayasan TIM) selaku pihak yang telah membebaskan lahan seluas 7 hektar di lokasi tersebut.

Salah satu kuasa hukum pihak tergugat, Muslim menyebut dengan adanya persidangan di lokasi sengketa ini, dapat terlihat dengan jelas bahwa tudingan pihak penggugat yang menyebut memiliki tanah seluas 6.800 meter itu tak terbukti.

"Sudah tergambar dan memberikan gambar yang jelas, bahwa penggugat tidak punya tanah. Kemudian dia mengklaim 6.800 yang mereka gugat yang di sengketakan itu," ucap Muslim di lokasi.

Baca juga: 5.376 Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Jaya 2019

"Ternyata sudah punya milik orang lain semua, jadi gugatan dari penggugat itu jadi tidak jelas, ngawur menurut kami," sambungnya.

Hal senada diucapkan oleh Ketua Yayasan TIM Umaryoto, menurutnya tanah seluas 7 hektar yang telah dibebaskannya beberapa waktu lalu itu telah dibangun dan memilik sertifikat hak milik atas nama beberapa orang.

"Jadi yayasan TIM ini membebaskan tanah seluas 7 Hektar. Ini semuanya sudah dikavling-kavling, semuanya sudah dapat SK gubernur, dan sebagian sudah terbit sertifikat hak milik," kata Umaryoto.

Dengan dihadirkannya para saksi serta para pemilik tanah, Kuasa Hukum Tergugat bersyukur karena akhirnya semuanya terbuka dan sesuai dengan peraturan yang telah berlaku.

"Alhamdulillah hari ini berjalan lancar, sesuai dengan aturan yang berlaku. Jadi disini, pemilik diatas tanah ini banyak, dan para pemilik hadir semua" tutur Juanda.

Baca juga: Begini Cara Sadis Sopiandi Habisi Nyawa Istri Hanya karena Facebook

Meski demikian, kuasa hukum penggugat A Yetty Luntari takpuas, ia menegaskan bahwa pihaknya tak pernah sekalipun terlibat jual beli dengan pihak Yayasan TIM. Sehingga, hal tersebut yang dipertanyakan dan dibawa ke jalur hukum 

"Tidak pernah (terlibat jual beli), Kami belum pernah merasa menjual atau mengalihkan hak, dan secara formilnya itu masih terdaftar di negara,dan kami juga masih membayar pajak," tegas Yetty.

Sementara itu, sidang akan diadakan kembali pada tanggal 16 September mendatang, yang rencananya beragendakan kesimpulan.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: