Simsalabim Eliezer Bukan Terlapor ‘Kok’ Jadi Tersangka?

Ilustrasi penembakan. (Foto: Pixabay)Ilustrasi penembakan. (Foto: Pixabay)

Pantau – Bharada E Rabu malam (3/8/2022) ditetapkan jadi tersangka oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian, dalam konferensi pers di Mabes Polri. Padahal Bharada E bukan sebagai terlapor oleh pengacara Brigadir J.

Jika merunut kebelakang, dalam laporan kuasa hukum keluarga Brigadir j, Kamaruddin Simanjuntak belum melaporkan Bharada E sebagai terlapor.

Alasan keluarga tidak menjadikan Bharade E sebagai pelapor karena dugaan luka-luka yang terjadi pada tubuh Brigadir J tidak mungkin dilakukan seorang diri.

Diperkirakan dilakukan oleh lebih dari dua orang, ada yang berperan sebagai penembak, pemukul, dan melukai dengan senjata tajam.

“Dengan banyaknya luka, kami sangat yakin ini adalah pembunuhan berencana,” kata Kamaruddin kepada wartawan, Senin (18/7/2022).

Laporan terkait dugaan tindak pidana pembunuhan berencana atas kematian Brigadir J telah diterima Mabes Polri pada Senin, 18 Juli. Laporan tersebut tercatat dengan Nomor: LP/B/0386/VII/2022/SPKT/Bareskrim Polri.

Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J menjelaskan, laporan tersebut terkait dugaan tentang tindak pidana pembunuhan berencana, sebagaimana dimaksudkan Pasal 340 KUHP juncto Pasal 338 tentang pembunuhan dan juncto penganiayaan berat yang menyebabkan matinya orang lain Pasal 351 ayat (3).

“Tiga pasal itu dulu yang laporannya diterima,” kata Kamaruddin Simanjutan, koordinator tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Senin (18/7/2022).

Dalam laporan tersebut, tim kuasa hukum menyertakan sejumlah barang bukti, di antaranya, surat permohonan visum at repertum dari Kapolres Jakarta Selatan Tanggal 8 Juli 2022 yang menjelaskan telah ditemukan mayat seorang laki-laki pukul 17.00 WIB.

Kemudian, barang bukti lainnya adalah surat dari Rumah Sakit Kramatjati Polri yang berisi informasi ada laki-laki berusia 21 tahun dinyatakan telah menjadi jenazah, surat keterangan bebas Covid-19 yang diserahterimakan oleh Kombes Pol Leonardus Simatupang dari Penyidik Utama Propam Polri.

“Ini dijadikan barang bukti,” ujarnya.

Bharada E Jadi Tersangka

Bharada E ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J. Bukan hanya disangkakan pasal terkait pembunuhan yakni 338 KUHP, penyidik menyertakan pasal tambahan lainnya.

“(Penyidik menjerat Bharada E) Pasal 338, juncto 55, 56 KUHP,” ujar Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (3/8/2022) malam.

Pasal 55 KUHP sendiri terkait persekongkolan atau turut serta dalam melakukan tindak pidana. Bunyinya:

(1) Dipidana sebagai pelaku tindak pidana:

Mereka yang melakukan, menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan;

Mereka yang dengan memberi atau menjanjikan sesuatu dengan menyalahgunakan kekuasaan atau martabat, dengan kekerasan, ancaman, penyesatan, atau dengan memberi kesempatan, sarana, keterangan, atau sengaja menganjurkan orang lain agar melakukan perbuatan.

(2) Terhadap penganjur, hanya perbuatan yang sengaja dianjurkan sajalah yang diperhitungkan beserta akibat-akibatnya.

Sementara Pasal 56 KUHP berbunyi:

(1) Mereka yang sengaja memberi bantuan pada waktu kejahatan dilakukan

(2) Mereka yang sengaja memberi kesempatan, sarana atau keterangan untuk melakukan kejahatan.

Andi sendiri menegaskan pengungkapan kasus yang dilaporkan pihak keluarga Brigadir J ini, tak berhenti usai ditetapkannya Bharada E sebagai tersangka.

Tim Pantau
Editor
Desi Wahyuni
Penulis
Desi Wahyuni