Pantau Flash
Panglima TNI: Waspadai Gangguan Kedaulatan Negara di Natuna dan Papua
Survey BI: Penjualan Eceran pada Mei 2020 Turun 20,6 Persen
PBB Umumkan Amerika Serikat Keluar dari WHO
KPK Panggil 2 Saksi Kasus Suap Gratifikasi Sekretaris Mahkamah Agung
Komisi II: Mayoritas Fraksi Ingin Turunkan Ambang Batas Presiden 15 Persen

Sindikat Penyelundup Barang China Diungkap, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Headline
Sindikat Penyelundup Barang China Diungkap, Negara Rugi Triliunan Rupiah Rilis Sindikat Penyelundupan Barang di Polda Metro Jaya (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Subdit I Industri Perdagangan (Indag) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya mengungkap sindikat penyelundupan kosmetik, makanan, spare part kendaraan, dan barang elektronik asal China.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Gatot Eddy Pramono mengungkapkan sindikat penyelundupan itu telah beraksi selama beberapa tahun terakhir, terhitung sejak 2011. Kelompok itu juga telah merugikan negara mencapai triliunan rupiah.

Dalam pengungkapan itu pihaknya berhasil menangkap lima tersangka yang tergabung dalam dua kelompok. Mereka yakni PL (63), H (30), EK (44) sudah beraksi selama 8 tahun, sedangkan tersangka AH (40) baru beraksi 1 tahun dan AH merupakan warga negara China.

"Satu kelompok sudah beraksi 8 tahun, ada yang satu tahun," ucap Gatot di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (14/8/2019).

Baca juga: 5 Fakta Briptu Heidar yang Gugur saat Disandera oleh KKB di Puncak Papua

Selain itu, dari hasil pemeriksaan sementara, sambung Gatot, sindikat ini dapat menyelundupkan barang sedikitnya satu kali dalam satu minggu.

"Dari hitungan kita selama seminggu, mereka nilai barang-barang itu lebih kurang Rp17 miliar sekali memasukkan barang," kata Gatot.

"Kalau dia masukin 4 kali dalam sebulan itu bisa capai Rp68 miliar. Kalau kita kalikan setahun itu bisa Rp818 miliar. Kalau 8 tahun ada berapa, Rp6,4 triliun (kerugian negara)," sambungnya.

Selain itu, dalam penyelundupan yang dilakukan para tersangka, mereka menggunakan truk-truk besar untuk mengangkut barang ketika tiba di Indonesia.

Baca juga: Pesinetron Rio Reifan Ditangkap Terkait Kasus Narkoba

Sedangkan, untuk memasukkan barang, mereka memilih jalur laut dari Cina dan membawanya ke Malaysia melalui jalur laut di Pelabuhan Pasir Gudang Johor.

"Barang itu dibawa ke truk ke Indonesia melalui jalur darat ke Kalimantan Barat. Dari Kalimantan Barat dibawa dari pelabuhan jalur laut ke Pelabuhan Marunda, Kabupaten Bekasi," kata Gatot.

Dalam kasus itu, beberapa barang bukti dapat disita yakni 1.024.193 kosmetik dan obat-obatan, 4.350 bungkus bahan pangan, 774.036 suku cadang kendaraan, 48.641 barang elektronik, dan 8 unit truk.

Sementara, para tersangka dijerat dengan Pasal 197 tentang kesehatan, Pasal 140 tentang pangan, Pasal 104 tentang perdangan dan Pasal 62 tentang perlindungan konsumen.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: