Pantau Flash
Vanessa Bryant Gugat Operator Helikopter yang Tewaskan Suaminya
AEON Mall JGC Ditutup Sementara dan Dijaga Brimob Pasca Unjuk Rasa
Korona Tewaskan 12 Orang di Iran, 61 Orang Tertular
Wapres Ma'ruf Soal Pilkada: Jangan Jadi Sumber Perpecahan dan Permusuhan!
Anies Sebut Lebih dari 200 RW di Jakarta Terendam Banjir

Siswi SMK di Tulungagung Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Sesama Jenis

Headline
Siswi SMK di Tulungagung Jadi Tersangka Kasus Pencabulan Sesama Jenis Ilustrasi pencabulan (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Seorang siswi SMK swasta di Tulungagung, Jawa Timur, berinisial NN (18) ditetapkan sebagai tersangka pencabulan sesama jenis. Dia dituduh mencabuli adik kelasnya LL (16) di sebuah hotel melati.

"Ini kasus pencabulan sesama jenis yang kebetulan korbannya masih anak-anak. Pelaku kakak kelas sendiri di salah satu SMK swasta di Kota Tulungagung," kata Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar, di Tulungagung, Rabu (11/9/2019).

Baca juga: Dihukum Kebiri, Pelaku Pencabulan 9 Anak di Mojokerto Resmi Ajukan PK

Menurut Tofik, antara pelaku dan korban memiliki hubungan asmara terlarang sesama jenis. Keduanya digerebek polisi saat berhubungan intim di sebuah hotel melati.

Keduanya lalu digelandang polisi menuju UPPA Polres Tulungagung. Setelah diinterogasi, NN mengakui telah melakukan tindak pencabulan pada bulan Agustus 2019.

Tak terima anaknya dicabuli pelaku, orangtua LL secara lantas melaporkan dugaan pencabulan itu. Dari hasil visum, ada luka di organ intim LL karena dicolok tangan NN.

"NN kami jerat dengan undang-undang anak karena diduga telah mencabuli seseorang yang masih di bawah umur," ujar Tofik.

Baca juga: Infografis Marital Rape, Pidana Perkosaan Suami-Istri di RUU KUHP 2019

Polisi menduga NN dan LL ada hubungan asmara dan tidak ada transaksi. Dari hasil pemeriksaan, diketahui keduanya telah lama saling kenal, karena NN merupakan kakak kelas LL saat masih SMP.

Saat ini NN telah ditetapkan sebagai tersangka, dan ditahan di Mapolres Tulungagung untuk memudahkan proses hukum. Ia terancam hukuman minimal 5 tahun penjara, dan paling lama 15 tahun penjara, serta denda maksimal Rp15 miliar.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: