Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Situasi Belum Kondusif Usai Rusuh, Kominfo Batasi Akses Internet di Wamena

Situasi Belum Kondusif Usai Rusuh, Kominfo Batasi Akses Internet di Wamena Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) membatasi akses layanan internet di wilayah Kabupaten Wamena, Papua lantaran situasi dan kondisi di wilayah tersebut masih belum kondusif.

"Untuk mempercepat proses pemulihan situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kabupaten Wamena, setelah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum dan instansi terkait, Pemerintah memutuskan untuk melakukan pembatasan sementara layanan data telekomunikasi di wilayah Kabupaten Wamena, mulai Senin (23/9/2019) Pukul 12:30 WIT hingga suasana kembali kondusif dan normal," kata Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu dalam keterangan resmi, Senin (23/9/2019).

Baca juga: Wiranto Sebut Akses Intenet di Papua dan Papua Barat Sudah Normal

Walaupun internet dibatasi, ia juga mengatakan bahwa masyarakat masih tetap bisa berkomunikasi menggunakan layanan suara dan pesan singkat (SMS).

Pembatasan akses internet tersebut, lanjut Ferdinandus, dilakukan sebagai proses pemulihan kembali situasi dan kondisi keamanan di Wamena cepat berlangsung dengan tidak menyebarkan hoaks, ujaran kebencian berbasis SARA, hasutan dan provokasi melalui media apapun.

Sementara itu, kerusuhan kembali pecah di Wamena, Papua akibat aksi unjuk rasa kelompok siswa berujung anarki pada Senin (23/9). Terkait dengan kerusuhan yang kembali pecah, pembatasan internet kembali dilakukan di wilayah tersebut.

Baca juga: Kemenkominfo Buka Akses Internet di Papua, HNW: Warga Jangan Sebar Hoax

Sebelumnya, akses internet di wilayah Papua dan Papua Barat baru saja dibuka setelah selama kurang lebih tiga pekan diblokir sebagai buntut kerusuhan yang terjadi akibat isu rasialisme.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: