Pantau Flash
Presiden Jokowi Tegaskan Pilkada Serentak 2020 Tidak akan Ditunda
PSBB Jakarta Diperketat, BPJS Ketenagakerjaan Optimalkan Lapak Asik
Bareskrim Polri Kirim SPDP Kasus Kebakaran Gedung Kejaksaan ke Kejagung
Kemendikbud Terbitkan Persekjen 14/2020 Soal Juknis Bantuan Kuota Internet
Enam Jenazah WNI Ditemukan di Pantai Johor Malaysia

Soal Dugaan Sabotase di Balik Pemadaman Listrik Massal, Ini Kata Polri

Soal Dugaan Sabotase di Balik Pemadaman Listrik Massal, Ini Kata Polri Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Aparat kepolisian masih mendalami soal penyebab pemadaman listrik massal yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan beberapa wilayah lainnya, pada Minggu 4 Agustus 2019. Sebab, dalam kasus itu muncul dugaan adanya unsur sabotase yang menjadi penyebabnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut semua dugaan yang menjadi penyebab pemadaman listrik akan terus didalami oleh pihaknya.

"Faktor human (human eror), itupun akan didalami. Sangat mungkin perbuatan melawan hukum mungkin ada sabotase," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Polda Jateng dan PLN Bentuk Tim Investigasi Usut Insiden Mati Listrik

Hanya saja, sambung Dedi, pihaknya belum dapat memastikan atau menyimpulkan hal yang menjadi penyebab pemadaman listrik secara massal itu.

Dengan alasan, pihaknya musti memerlukan waktu untuk mengungkap penyebab dibalik kejadian itu. Bahkan, dalam upaya mengetahui hal itu juga diperlukan bantuan dari para ahli.

"Artinya tim butuh proses yang cukup panjang. Dari bukan hanya dari Mabes, tapi juga pakar dan ahli sesuai kompetensi masing-masing. Dari investigasi itu, baru dibuat kesimpulan," tegas Dedi.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Padamnya Listrik di Pulau Jawa

Meski demikian, dari hasil penyelidikan sementara dengan memeriksa beberapa saksi dari pihak PT PLN Persero, kata Dedi, insiden pemadaman listrik secara massal itu disebabkan faktor alam dan bukan tindakan sabotase.

"Untuk penyelidikan awal, dari hasil keterangan empat petugas PT, salah satu faktornya penyebab utamanya alam. Karena diassesment juga dari Semarang, perbatasan Jateng," tutup Dedi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: