Pantau Flash
Gempa Berkekuatan 5,5 SR di Pangandaran Membuat Panik Warga Sukabumi
Ahmad Sahroni: Penangkapan Gus Nur Berdasarkan Bukti-bukti Jelas
Takaaki Nakagami Raih Pole Position MotoGP Teruel di Aragon
Ade Yasin Bakal Batasi Kendaraan di Jalur Pucak saat Libur Panjang Nanti
Duh, Kepulauan Riau Kekurangan Ventilator untuk Pasien COVID-19

Soal Dugaan Sabotase di Balik Pemadaman Listrik Massal, Ini Kata Polri

Soal Dugaan Sabotase di Balik Pemadaman Listrik Massal, Ini Kata Polri Karo Penmas DivHumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Antara/Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Aparat kepolisian masih mendalami soal penyebab pemadaman listrik massal yang terjadi di DKI Jakarta, Jawa Barat, dan beberapa wilayah lainnya, pada Minggu 4 Agustus 2019. Sebab, dalam kasus itu muncul dugaan adanya unsur sabotase yang menjadi penyebabnya.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) DivHumas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo menyebut semua dugaan yang menjadi penyebab pemadaman listrik akan terus didalami oleh pihaknya.

"Faktor human (human eror), itupun akan didalami. Sangat mungkin perbuatan melawan hukum mungkin ada sabotase," ucap Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (7/8/2019).

Baca juga: Polda Jateng dan PLN Bentuk Tim Investigasi Usut Insiden Mati Listrik

Hanya saja, sambung Dedi, pihaknya belum dapat memastikan atau menyimpulkan hal yang menjadi penyebab pemadaman listrik secara massal itu.

Dengan alasan, pihaknya musti memerlukan waktu untuk mengungkap penyebab dibalik kejadian itu. Bahkan, dalam upaya mengetahui hal itu juga diperlukan bantuan dari para ahli.

"Artinya tim butuh proses yang cukup panjang. Dari bukan hanya dari Mabes, tapi juga pakar dan ahli sesuai kompetensi masing-masing. Dari investigasi itu, baru dibuat kesimpulan," tegas Dedi.

Baca juga: Polisi Selidiki Penyebab Padamnya Listrik di Pulau Jawa

Meski demikian, dari hasil penyelidikan sementara dengan memeriksa beberapa saksi dari pihak PT PLN Persero, kata Dedi, insiden pemadaman listrik secara massal itu disebabkan faktor alam dan bukan tindakan sabotase.

"Untuk penyelidikan awal, dari hasil keterangan empat petugas PT, salah satu faktornya penyebab utamanya alam. Karena diassesment juga dari Semarang, perbatasan Jateng," tutup Dedi.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - RZK

Berita Terkait: