Pantau Flash
Jaksa Agung Bantah Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra
PSBB Ketat Jakarta Kembali Diperpanjang 14 Hari
Kasus Positif COVID-19 di RI Capai 262.022, Jumlah Meninggal Dunia 10.105
Febri Diansyah Mundur dari KPK
Idap Kanker Paru Stadium 4, Suami Bupati Bogor Ade Yasin Tutup Usia

Soal Gerindra Gabung KIK, PPP: Pikiran Dua Orang Pasti Lebih Baik

Soal Gerindra Gabung KIK, PPP: Pikiran Dua Orang Pasti Lebih Baik Prabowo dan Jokowi bersalaman (Foto: Antara/Wahyu Putro A)

Pantau.com - Sekretaris Jenderal DPP PPP Arsul Sani mengatakan partainya tidak menutup peluang apabila Partai Gerindra bergabung dalam Koalisi Indonesia Kerja (KIK) pendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf.

"PPP memang tidak pernah menutup peluang itu (Gerindra gabung KIK), kami kembalikan kepada Jokowi," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Kata PBNU Soal 3 Masalah Utama Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf ke Depan

Dia meyakini, Jokowi akan mengajak berbicara dengan Ketua Umum parpol di dalam KIK sebelum mengambil keputusan terkait penambahan anggota koalisi. Arsul meyakini visi-misi Jokowi-Ma'ruf dengan visi-misi Prabowo-Sandi, ibarat diagram venn memiliki arsiran yang tebal namun masing-masing beda penekanannya.

Menurut dia, kalau ada yang diambil dari arsiran tebal visi-misi Prabowo-Sandi lalu ditambahkan pada visi-misi Jokowi-Ma'ruf, tentu itu lebih baik.

"PPP selalu percaya pikiran dua orang akan lebih baik dari satu orang, apalagi pemikiran dari dua kelompok yang berbeda maka akan memperkaya dari pemikiran yang ada pada kelompok Jokowi," ujarnya.

Arsul mengatakan terkait kemungkinan penambahan anggota koalisi, masing-masing partai memiliki sudut pandang yang berbeda-beda.

Baca juga: Hanura Resmi Ajukan 40 Calon Menteri ke Jokowi, Siapa Saja?

Namun menurut dia kalau semua partai KIK sudah bertemu lalu disepakati suatu hal dan melahirkan sebuah kesepakatan atau keputusan maka semuanya akan mematuhi.

"Kalau nanti sudah bertemu, sudah disepakati lalu melahirkan sebuah kesepakatan atau keputusan, semuanya akan mengikuti, apakah dengan menambah koalisi atau tidak dengan menambah anggota koalisi," katanya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: