Pantau Flash
Kasus Positif Virus Korona di RI Bertambah 11.788, Total Jadi 989.262
Mengejutkan! Ternyata Ini Rahasia Jitu yang Membuat Baduy Nihil Kasus Korona
Cerita Perajin Tenun di Kalbar Tetap Bertahan di Tengah Pandemi
UFC: Conor McGregor Tersungkur KO pada Ronde Kedua!
Pelatih Persib Berharap Komposisi Pemain Asing Tak Berubah

Soal Isu Intelijen Asing di Papua, Fahri: Jangan Dijadikan Kambing Hitam

Soal Isu Intelijen Asing di Papua, Fahri: Jangan Dijadikan Kambing Hitam Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai identifikasi adanya intelijen asing dalam kerusuhan di Papua tidak bisa dijadikan kambing hitam. Karena, menurut Fahri, hal itu sudah menjadi bagian tugas pejabat keamanan Indonesia mendeteksinya.

"Kalau kita mengidentifikasi adanya aktivitas intelijen asing di salah satu bagian dari negara kita, maka itu tidak bisa menjadi kambing hitam," kata Fahri kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Kapolri: Kelompok Anarkis di Papua Ada Hubungan dengan Network Asing

"Karena seharusnya semua itu sudah diantisipasi dan sudah menjadi bagian dari tugas operasi intelijen dan pejabat keamanan dan pertahanan negara agar kegiatan itu dilakukan kontra intelijen, sehingga keberadaan mereka tidak menjadi bagian dari yang merusak keamanan dan kondisivitas negara kita," sambungnya.

Untuk itu, Fahri meminta agar persoalan adanya pihak asing sebagai dalang kerusuhan di Papua tidak terus digulirkan untuk menutupi isu yang sebenarnya.

"Ambil gambar besarnya ambil kesimpulan yang jujur melalui tahapan-tahapan yang sudah saya usulkan agar pemerintah betul-betul mau mendengar aspirasi dari masyarakat Papua dan berbicara dari hati ke hati," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

Baca Juga: LIPI Ungkap 4 Akar Masalah Konflik Papua

"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut. Menurut dia, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: