Pantau Flash
KPK Ingatkan Penyelewengan Anggaran Terkait Korona Bisa Dihukum Mati
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik

Soal Isu Intelijen Asing di Papua, Fahri: Jangan Dijadikan Kambing Hitam

Soal Isu Intelijen Asing di Papua, Fahri: Jangan Dijadikan Kambing Hitam Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai identifikasi adanya intelijen asing dalam kerusuhan di Papua tidak bisa dijadikan kambing hitam. Karena, menurut Fahri, hal itu sudah menjadi bagian tugas pejabat keamanan Indonesia mendeteksinya.

"Kalau kita mengidentifikasi adanya aktivitas intelijen asing di salah satu bagian dari negara kita, maka itu tidak bisa menjadi kambing hitam," kata Fahri kepada wartawan, Senin (2/9/2019).

Baca Juga: Kapolri: Kelompok Anarkis di Papua Ada Hubungan dengan Network Asing

"Karena seharusnya semua itu sudah diantisipasi dan sudah menjadi bagian dari tugas operasi intelijen dan pejabat keamanan dan pertahanan negara agar kegiatan itu dilakukan kontra intelijen, sehingga keberadaan mereka tidak menjadi bagian dari yang merusak keamanan dan kondisivitas negara kita," sambungnya.

Untuk itu, Fahri meminta agar persoalan adanya pihak asing sebagai dalang kerusuhan di Papua tidak terus digulirkan untuk menutupi isu yang sebenarnya.

"Ambil gambar besarnya ambil kesimpulan yang jujur melalui tahapan-tahapan yang sudah saya usulkan agar pemerintah betul-betul mau mendengar aspirasi dari masyarakat Papua dan berbicara dari hati ke hati," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian mengakui bahwa kelompok masyarakat yang aksi anarkis di Papua dan Papua Barat memiliki hubungan dengan organisasi di luar negeri.

Baca Juga: LIPI Ungkap 4 Akar Masalah Konflik Papua

"Ada. Kita sama-sama tahu dari kelompok-kelompok ini ada hubungannya dengan network di internasional," kata Jenderal Tito di acara Hari Jadi Ke-71 Polwan, di Jakarta, Minggu (1/9/2019).

Polri saat ini tengah berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menangani masalah tersebut. Menurut dia, pihak-pihak yang diduga menggerakan kericuhan di Papua sudah diketahui.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: