Pantau Flash
BI: Aliran Modal Asing Selama Wabah COVID-19 Capai Rp167,9 Triliun
Kemenag RI Pastikan Arab Saudi Tak Batalkan Haji 2020
COVID-19 Indonesia 1 April: 1.677 Positif, 103 Sembuh, dan 157 Meninggal
Kapolri Segera Terbitkan TR SOP Penanganan Penyebaran COVID-19
Tottenham Potong Gaji Karyawaran Sebesar 20 Persen

Soal Isu PHK Massal di Bukalapak, Menkominfo Anggap Wajar

Soal Isu PHK Massal di Bukalapak, Menkominfo Anggap Wajar Situs jual beli BukaLapak (Foto: Instagram/BukaLapak)

Pantau.com - Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menganggap wajar adanya isu PHK massal yang terjadi di Bukalapak.

"Wajar saja, sesuatu yang dalam dinamika yang cepat begini," ujar Rudiantara di Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Info yang beredar menyebutkan, ratusan karyawan e-commerce itu terdampak kebijakan penataan internal Bukalapak. Pemutusan hubungan kerja menimpa beberapa divisi di Bukalapak, termasuk bagian engineering dan pemasaran.

"Ratusan itu bisa seratus bisa 900 beda lho, 100 sama 900. Jadi, kalau 100 dari 2.600 itu kecil 4 persen, itu mah biasa," ujar Rudiantara.

Baca juga: Kenapa e-Commerce Bukalapak Juga Incar Pasar Offline? Ini Alasannya

Lebih dari itu, Rudiantara mengatakan dengan pertumbuhan Bukalapak, yang mencapai tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya, perampingan karyawan wajar dilakukan.

"Kalau dia tumbuh tiga kali lipat ada kayak begitu, pasti ada replacement, kan logikanya tumbuh itu butuh orang banyak," kata dia.

Lebih lanjut, perampingan karyawan, menurut Rudiantara, justru memicu pertumbuhan ekosistem startup di Indonesia.

"Dia keluar bikin startup lagi, nanti menjadi bagian ekosistem startup yang besar. Lihat saja di Silicon Valley kan modelnya kayak begitu, orang Google keluar bikin startup nanti diakuisisi oleh Google-nya lagi," ujar Rudiantara.

Baca juga: Startup Ranking: BukaLapak Urutan Teratas Startup Asal Indonesia

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Kontributor - TIH

Berita Terkait: