Pantau Flash
Paspor WNI Eks ISIS Akan Diblokir Pemerintah
Bappenas Sebut Ekonomi Indonesia 2021 Tergantung Donald Trump
Dua dari Tiga Pasien yang Dirawat RSHS Bandung Dinyatakan Negatif Korona
Menlu Retno Hadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Sidang Dewan HAM PBB
Omnibus Law Diklaim Kurangi Tumpang Tindih Aturan di Sektor Pertambangan

Soal Isu Pindah Ibu Kota Dibiayai China, Fadli: Bisa Jadi Negara Abal-abal!

Soal Isu Pindah Ibu Kota Dibiayai China, Fadli: Bisa Jadi Negara Abal-abal! Fadli Zon (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon mengatakan Indonesia akan menjadi negara abal-abal jika pemindahan ibu kota atau membangun ibu kota baru dibiayai oleh pihak asinhg khususnya oleh negara China.

Fadli juga mengaku bahwa saat ini dirinya sempat mendengar pemindahan ibu kota akan dibiayi oleh China.

"Nah itu saya denger juga itu (isu pemindahan ibu kota dibiayai China), kalau itu terjadi kan artinya ini adalah sebuah pengkhianatan terhadap konstitusi kita. Ini kita bisa jadi negara abal-abal nah jadi negara banana republik seperti negara-negara lain ya," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (3/9/2019).

Baca Juga: China Ingin Garap Transportasi Publik di Ibu Kota Baru RI di Kaltim

Menurutnya selama ini ada sejumlah negara yang bisa dibilang gagal lantaran membangun negara dengan dibiayai oleh negara lain.

"Bahkan ada gedung parlemennya dibangunin oleh negara itu, ada fasilitas fasilitas kenegaraan dibangunin. Apakah kita Indonesia sudah mencapai tahap ke derajat seperti itu?," ungkapnya.

Lebih lanjut, Fadli meyakini Indonesia masih memiliki kekuatan untuk membiayai sendiri apa yang menjadi tujuannya. Menurtnya sebuah negara sanhgat penting bisa mandiri.

"Saya yakin Indonesia ini masih meruakan negara yang kuat, negara yang strategis, nevara yang penting gitu, dan kita bisa mengatur diri sendiri asal pemimpinnya ngerti apa yang harus diatur," tandasnya.

Baca Juga: DPR Tunggu Langkah Lanjutan Pemerintah Soal Pemindahan Ibu Kota

Sebelumnya diberitakan, Selain menyampaikan keinginan untuk menggarap proyek kereta Jakarta-Surabaya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan China Railway Construction Corporation (CRCC) juga menawarkan sejumlah investasi seperti penyediaan rumah murah bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) hingga pengembangan teknologi untuk transportasi publik di calon ibu kota baru, di Kalimantan Timur.

"Dia ingin investasi rumah murah di Jonggol. Saya bilang, silakan saja. Kemudian dia juga nawar, 'Boleh enggak kami ikut investasi juga dalam pengembangan ibu kota?' Saya bilang enggak tahu kalau itu. Tapi mereka menawarkan teknologi untuk public transport di sana," kata Luhut usai bertemu dengan Chairman CRCC Limited, Chen Fenjian di Kantor Kemenko Kemaritiman Jakarta, Senin (2/9/2019).

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: