Pantau Flash
Quartararo Tercepat di Hari Kedua Uji Coba Qatar
Ji Xinping: Perjuangan China Hadapi Korona Masih pada Tahap Genting
Apple Dikabarkan Tunda Peluncuran iPhone 9 Akibat Virus Korona
Komisioner KPAI Sitti Himawatty Minta Maaf Soal Hamil di Kolam Renang
Survei Indo Barometer: Prabowo Diunggulkan Jadi Capres 2024, Anies Kedua

Soal Kabinet, Megawati Pilih Sabar Tunggu Presiden dan Wapres Dilantik

Soal Kabinet, Megawati Pilih Sabar Tunggu Presiden dan Wapres Dilantik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan, pihaknya takkan mendesak agar kabinet pemerintahan periode 2019-2024 segera dipastikan saat ini.

Menurut Megawati, pembentukan kabinet pemerintahan sebaiknya tak terlalu dianggap hal paling krusial saat ini. Sebab penyusunan kabinet itu memiliki prosedur.

"Saya sih menunggu dulu pelantikan presiden. Sebelumnya ada pelantikan legislatif dulu," kata Megawati menjawab wartawan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019)

Baca Juga: Ini Pandangan dan Saran Megawati Soal Ibu Kota Baru

Sebagaimana diketahui, Megawati di Seoul dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus. 

Megawati di Korsel didampingi antara lain menantu Nancy Prananda, cucunya Diah Lupita Jasmina Srita dan Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri.

Megawati mengatakan sudah ada tata pemerintahan yang efektif bersama prosedur-prosedurnya. Baru setelah pelantikan itu, selanjutnya dilakukan pembentukan kabinet. "Bahwa pembentukan kabinet itu adalah hak prerogatif presiden. Artinya penentu akhir tetaplah Presiden Jokowi," ungkapnya.

Baca Juga: PDIP Tunggu Gerindra Kirim Undangan Rakernas untuk Megawati

Dikatakan Megawati, saat Kongres V PDI Perjuangan yang lalu, dirinya memang sempat meminta agar partainya diberi jatah kursi kabinet terbesar. Namun itupun disampaikannya karena memang sedang kongres.

"Menurut saya (pernyataan saya di Kongres itu) adalah biasa saja. Kenapa ya mesti sembunyi-sembunyi. Minta saja. Urusan dikasih atau tidak, adalah kehendak presiden," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Category
Nasional

Berita Terkait: