Pantau Flash
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan
Kasus Covid-19 di Indonesia Bertambah 802 Orang, Jateng Jadi Penyumbang Terbanyak

Soal Kabinet, Megawati Pilih Sabar Tunggu Presiden dan Wapres Dilantik

Soal Kabinet, Megawati Pilih Sabar Tunggu Presiden dan Wapres Dilantik Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (Foto: Antara)

Pantau.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menyatakan, pihaknya takkan mendesak agar kabinet pemerintahan periode 2019-2024 segera dipastikan saat ini.

Menurut Megawati, pembentukan kabinet pemerintahan sebaiknya tak terlalu dianggap hal paling krusial saat ini. Sebab penyusunan kabinet itu memiliki prosedur.

"Saya sih menunggu dulu pelantikan presiden. Sebelumnya ada pelantikan legislatif dulu," kata Megawati menjawab wartawan di Seoul, Korea Selatan, Kamis (29/8/2019)

Baca Juga: Ini Pandangan dan Saran Megawati Soal Ibu Kota Baru

Sebagaimana diketahui, Megawati di Seoul dalam rangka mengikuti DMZ International Forum on the Peace Economy yang digelar 28-29 Agustus. 

Megawati di Korsel didampingi antara lain menantu Nancy Prananda, cucunya Diah Lupita Jasmina Srita dan Ketua DPP PDI Perjuangan Rokhmin Dahuri.

Megawati mengatakan sudah ada tata pemerintahan yang efektif bersama prosedur-prosedurnya. Baru setelah pelantikan itu, selanjutnya dilakukan pembentukan kabinet. "Bahwa pembentukan kabinet itu adalah hak prerogatif presiden. Artinya penentu akhir tetaplah Presiden Jokowi," ungkapnya.

Baca Juga: PDIP Tunggu Gerindra Kirim Undangan Rakernas untuk Megawati

Dikatakan Megawati, saat Kongres V PDI Perjuangan yang lalu, dirinya memang sempat meminta agar partainya diberi jatah kursi kabinet terbesar. Namun itupun disampaikannya karena memang sedang kongres.

"Menurut saya (pernyataan saya di Kongres itu) adalah biasa saja. Kenapa ya mesti sembunyi-sembunyi. Minta saja. Urusan dikasih atau tidak, adalah kehendak presiden," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta

Berita Terkait: