Pantau Flash
Hasil Survei: Ahok Unggul Atasi Banjir-Macet Ketimbang Anies
Ahsan/Fajar Bawa Indonesia Juara Badminton Asia Team Championships 2020
Andre Rosiade Grebek Prostitusi Online, Gerindra: Itu Tidak Salah
5.518 SPBU Akan Dipasang Digital Nozzle
Menko Luhut Beberkan Upaya Indonesia Tekan Defisit Perdagangan

Soal Kerusuhan Manokwari, Komisi III DPR Minta Aparat Bertindak Cepat

Soal Kerusuhan Manokwari, Komisi III DPR Minta Aparat Bertindak Cepat Aksi demo di Manokwari (Foto: Antara)

Pantau.com - Komisi III DPR RI buka suara menanggapi soal yang terjadi kericuhan di Manokwari, Papua Barat. Aksi protes itu merupakan imbas dari insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

Melalui Anggota Komisi III DPR Taufiqulhadi, ia meminta aparat kepolisian segera bertindak dengan cepat, sehingga kerusuhan tak meluas ke daerah lainnya. 

Baca Juga: Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh

"Saya berharap, seharusnya, aparat cepat mengantisipasinya. Jangan sampai meluas ke hal- hal dan tempat yang lain," ujar Taufiqulhadi kepada wartawan, Senin (19/8/2019).

Taufiqulhadi berkeyakinan terkait masalah yang terjadi menurutnya itu hanya soal kesalahpahaman saja, tak terkait dengan konflik antar suku. 

"Kesalahpahaman seperti itu bisa terjadi antara satu desa dengan desa lainnya. Satu suku dengan suku yang lain yang menetap di areal yang sama, seperti di Batam, misalnya. Itu hal kerap terjadi dalam proses akulturasi," ungkapnya.

Untuk itu Taufiqulhadi mengajak agar semiua pihak untuk saat ini menahan diri. Ia mengimbau agar masalah ini diserahkan kepada aparat bukan main hakim sendiri. 

"Saya menghimbau semua pihak untuk menahan diri. Serahkan persoalan tersebut kepada pihak yang berwenang. Dan, pihak berwenang juga, saya harap, dapat mengambil langkah yang tepat dan  bijaksana," ujarnya. 

Untuk saat ini, Politikus NasDem itu meminta Polisi segera melakukan langkah penertiban, dia menegaskan Komisi III akan terus memantau kasus itu.

"Kami meminta aparat penegak hukum untuk mengambil langkah penertiban sesegera mungkin. Kami akan tetus memantau hal tersebut," tandasnya.

Baca Juga: 5 Fakta Briptu Heidar yang Gugur saat Disandera oleh KKB di Puncak Papua

Sebelumnya diberitakan, penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya bermula dari isu pengerusakan tiang Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat, 16 Agustus 2019.

Diduga tiang bendera dirusak oleh oknum mahasiswa. Sejumlah massa dari berbagai ormas di Surabaya pun menggeruduk asrama itu. Sebanyak 42 mahasiswa telah diamankan polisi akibat kejadian ini.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: