Pantau Flash
Kapolsek Parigi Perkosa Anak Tersangka, Kapolda Sulteng Minta Maaf
31 Gempa Susulan Guncang Semarang hingga Minggu Siang
Buka Festival Sriwijaya XXIX, Sandiaga Uno Harapkan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumsel Segera Bangkit
Panglima TNI Bilang TNI dan Polri Adalah Ujung Tombak Penanggulangan COVID-19
YLKI Sebut Aturan Wajib PCR Penumpang Pesawat Diskriminatif, Minta Jangan Ada Aura Bisnis dan Pihak yang Diuntungkan

Soal Kerusuhan Manokwari, MUI Minta Masyarakat Tenang Tak Terprovokasi

Soal Kerusuhan Manokwari, MUI Minta Masyarakat Tenang Tak Terprovokasi Ilustrasi (Foto: Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar masyarakat tidak terprovokasi terkait terjadi kerusuhan yang diduga karena insiden kekerasan dan pengusiran mahasiswa Papua di Malang dan Surabaya pada 16 Agustus 2019 lalu.

"MUI menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan mampu mengendalikan diri serta tidak terprovokasi oleh isu-isu yang bermacam-macam agar suasana tenang dan damai tetap terjaga dan terpelihara serta tidak semakin keruh," kata Sekjen MUI Anwar Abbas dalam keterangan tertulisnya yang diterima Pantau.com, Senin (19/8/2019).

Baca Juga: Ada Aksi Protes Pengusiran Mahasiswa Papua di Surabaya, Manokwari Lumpuh

Selain itu Anwar meminta agar aparat kemanan yang bekerja mengamankan jalannya kerusuhan agar bertindak secara profesional agar masalah ini tak meluas serta berjalan dengan baik.

Sementara terkait dengan aksi kekerasan yang terjadi di Malang dan di Surabaya, MUI mengaku sangat menyesalkan. 

"Karena hal ini jelas-jelas akan sangat mengganggu ketentraman dan rasa kebersamaan di kalangan anak bangsa. Kita harus sadar dan menyadari bahwa  Indonesia yang kita cintai ini adalah milik kita bersama yang harus kita jaga dan pelihara bersama," tandasnya.

Baca Juga: 5 Fakta Briptu Heidar yang Gugur saat Disandera oleh KKB di Puncak Papua

Sebelumnya diberitakan, penangkapan mahasiswa Papua di Surabaya bermula dari isu perusakan tiang Bendera Merah Putih di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), Jalan Kalasan, Surabaya, Jumat, 16 Agustus 2019.

Diduga tiang bendera dirusak oleh oknum mahasiswa. Sejumlah massa dari berbagai ormas di Surabaya pun menggeruduk asrama itu. Sebanyak 42 mahasiswa telah diamankan polisi akibat kejadian ini.

Kejadian itu pun berimbas dengan aksi demonstrasi yang terjadi di Manokwari, pagi ini.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: