Pantau Flash
Pangeran Charles Sembuh dari Virus Korona
Mitigasi Dampak COVID-19, BI Dukung Penerbitan Perppu No 1 Tahun 2020
10.597 Warga Jabar Sudah Ikut Rapid Test, 409 Ditemukan Positif COVID-19
Di Tengah Wabah Korona, Menteri Edhy: KKP Akan Berikan Layanan Terbaik
Pembatalan Tiket KA Dapat Dilakukan hingga H+30

Soal Kerusuhan Papua, Fahri Hamzah: Presiden Nampak Dong!

Soal Kerusuhan Papua, Fahri Hamzah: Presiden Nampak Dong! Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai bahwa Presiden RI Joko Widodo saat ini tidak cukup hanya mengatakan sabar untuk menyelesaikan kerusuhan yang terjadi di Papua. Ia pun meminta kepada pejabat publik khususnya presiden untuk turun langsung ke Papua untuk menenangkan situasi.

"Presiden di sini harus agak nampak dong. Yang kemarin kemarin agak keras ngomongnya, kok yang ini kurang keras sehigga orang tuh gak merasa mantap. Ya misalnya orang disuruh sabar. Itu gak mantap," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Baca Juga: FKUB Minta Pemprov Papua Gandeng Ulama saat Investigasi di Jawa Timur

Fahri menginginkan Jokowi bertindak tegas seperti apa yang ia pernah lakukan dalam beberapa kasus yang lalu. Menurutnya, persoalan kerusuhan ini tidak seharusnya berlanjut.

"Kalau kemarin kan ada marahnya. Ada apa namanya 'saya akan tindak' ada gitu gitu nya. Sekarang kok gak ada padahal itu penting ya kan. Karena orang kecewa merasa ini perilaku kaya ini dibiarin. itu gak boleh. Harus ada jaminan bahwa penghinaan itu gak boleh berlanjut. Ini sangat tidak baik," ungkapnya.

Jika menurutnya Presiden dalam waktu dekat akan berkunjung ke Papua, maka hal itu lebih cepat lebih baik. Pasalnya ia menilai permasalahan Papua tidak bisa diselesaikan hanya dari bangunan fisik melainkan dari hati.

"Jangan dianggap ini soal sosmed soal salah paham. Orang salah paham gak sampeai segini kok. Ada sesuatu yang mendalam dan itu harus kita selesaikan. Saya udah bilang kan kita gak bisa selesaikan persoalan Papua hanya dengan bangunan fisik," tuturnya.

Baca Juga: Aksi Damai Massa di Timika Papua Jadi Anarkis, Gedung DPRD Dilempari Batu

"Ada soal hati di sini, ada soal perasaan supaya kita sama-sama. dan itu harus diselesaikan dalam sekali harus diselesaikan. Saya kira itu," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: