Pantau Flash
KKP Rampungkan Penyidikan 2 Kapal Asing Ilegal Berbendera Malaysia
Kemenhub: Sepeda Akan Dibagi Jadi 2 Kategori dengan 7 Jenis Persyaratan
Anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris Positif COVID-19
Tim SAR Kerahkan 4 Helikopter ke Paniai Evakuasi Heli PT NUH
Total Kasus Positif di Lingkungan KPK Mencapai 115 Orang

Soal Mati Listik, Fadli Zon: Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon!

Headline
Soal Mati Listik, Fadli Zon: Jangan Kriminalisasi Pohon Sengon! Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon (Foto: Pantau.com/ Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon, meminta PLN melakukan investigasi dan audit secara menyeluruh terkait peristiwa padamnya listrik secara total yang terjadi pada 4 Agustus 2019. Fadli tak mau adalagi penjelasn bahwa matinya listrik hanya karena pohon sengon.

Sebelumnya, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel mengungkapkan, hasil investigasi penyebab terganggunya aliran listrik tersebut karena ada beberapa jaringan saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang korsleting karena terkena pohon di daerah Gunungpati Semarang.

"Persoalan penyediaan listrik karena ini nyangkut hajat hidup orang banyak ya tanpa ada warning peringatan tanpa ada penjelasan dan sampai sekarang pun belom ada penjelasan bahkan penjelasan seperti pohon sengon itu gak masuk akal. Tidak memberikan suatu penjelasan yang memadai," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga: Infografis 5 Manfaat Pohon Sengon yang Dituduh Jadi Penyebab Listrik Padam

"Harusnya yang bilang pohon sengon ahli dong masa jangan krininalisasi pohon sengon lah," sambungnya.

Fadli menilai bahwa di zaman seperti saat ini dengan berbagai macam teknologi seharusnya dengan mudah mengetahui masalah padamnya listrik secara total yang terjadi kemarin. 

"Ya harus ada investigasi dan audit terhadap operasi, operasional. Audit keuangan kebijakan dan sebagainya yang bisa mengakibatkan blackout seperti tanggal 4 kemarin," ungkapnya.

Baca Juga: Polisi Selidiki Penyebab Padamnya Listrik di Pulau Jawa

Lebih lanjut, Fadli berharap investigasi ini dapat selesai dalam waktu dekat. Menurutnya, dengan majunya teknologi seperti sekarang ini tidak perlu lagi menunggu hasilnya berbulan-bulan.

"Jadi harus ada investigasi tapi harus ada limit harus ada waktunya. Kapan? Masa yang gini aja perlu setahun ya seminggu dua minggu lebih dr cukup," tandasnya.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia

Berita Terkait: