Pantau Flash
6 Pekerja Pabrik Bir Tewas dalam Penembakan Brutal di Winconsin AS
DPR Lantik Tiga PAW, Dua dari PDIP dan Satu Nasdem
Menteri Edhy Bertolak ke Australia Bahas Budidaya Lobster
Arab Saudi Berhentikan Sementara Pelayanan Umrah Gara-gara Korona
'Wanita Bisa Hamil di Kolam Renang' Jadi Sorotan Media Internasional

Soal Pemindahan Ibu Kota Baru, Fahri Hamzah Singgung 'Asal Bapak Senang'

Headline
Soal Pemindahan Ibu Kota Baru, Fahri Hamzah Singgung 'Asal Bapak Senang' Fahri Hamzah (Foto: Pantau.com/Bagaskara Isdiansyah)

Pantau.com - Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengaku menyayangkan kurangnya ahli tata negara yang bisa memberikan masukan bagus kepada Presiden Joko Widodo terkait dengan rencana pemindahan ibu kota.

"Terus terang saya menyayangkan kurangnya ahli tata negara di sekitar Presiden itu sehingga Presiden itu tidak menjalankan suatu proses ketatanegaraan yang resmi yang lazim begitu. Proses ketatanegaraan yang lazim itu kan ada tahapannya," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/8/2019).

Baca Juga: Ini Alasan Penajam Paser Utara-Kutai Kartanegara Layak Jadi Ibu Kota Baru

Menurutnya banyak hal yang perlu diperhatikan dalam rencana memindahkan ibu kota. Terutama bagimana membahas terkait dengan permasalahan regulasi dalam hal ini Undang-Undang.

"Macam-macam lah, ada UU lembaga lain ada juga yang disebut namanya lembaga ini berkantor di ibu kota, ada yang menyebut Jakarta dan sebagainya. Ini kan semua harus diubah. Nah perubahan inilah yang dibicarakan secara perlahan dan diputuskan bersama dengan DPR. Enggak bisa dia, saya mau pindah ke sini, enggak bisa begitu. Itu kalau mau bikin satu gedung bisa begitu," ungkapnya.

Sementara di sisi lain, Fahri menduga saat ini banyak para penjilat berada di balik rencana pemindahan ibu kota. Pasalnya menurut Fahri saat ini tidak ada yang memberikan masukan yang bagus kepada Jokowi terkait pemindahan ibu kota.

"Sebagiannya mungkin banyak, 'asal bapak senang' aja kali ya, banyak penjilat juga lagi jangan-jangan. Penjilat ini kan apa yang dilakukan Presiden benar aja sama dia, padahal salah. Kan enggak boleh begitu. 'Mohon maaf bapak presiden, enggak gitu caranya, Pak. Mesti bikin UU dulu, mesti bikin kajian, naskah akademik dulu', enggak ada," tuturnya.

"Saya udh liat papernya segala macam, enggak ada. Paling tidak kalau dia menimbang apa yang dilakukan oleh Bung Karno, Bung Karno enggak pernah pengin pindah ke Kalimantan, enggak pernah. Itu mah ngarang-ngarang aja," tandasnya.

Baca Juga: Jokowi: Ibu Kota Indonesia Pindah ke Kalimantan Timur

Sebelumnya diberitakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan Ibu Kota Indonesia akan pindah ke Kalimantan Timur. Hal itu disampaikan Jokowi di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (26/8/2019)

"Lokasi ibu kota baru yang paling ideal adalah di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kertanegara di Kalimantan Timur, " kata Jokowi.

Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Category
Nasional

Berita Terkait: